Share |
| Minggu, 8 Nopember 2009

Beralih Produk Impor

KONSUMEN ritel di Jawa Timur, khususnya di Surabaya, mulai meminati produk impor karena kualitasnya terjaga. Permintaan produk mancanegara, kemungkinan juga karena banyak orang kaya baru.

“Kondisi ini, perlu didukung oleh kuatnya ciri khas yang dimiliki ritel itu,” kata Alexander W Harsono, Business Development Manager PT Nirwana Lestari, importir makanan dan minuman.

Menurutnya, kalau mereka tidak mempunyai karakter yang berbeda dengan ritel lain, maka eksistensi bisnisnya tinggal menghitung hari saja.

Untuk produk kebutuhan sehari-hari, ia menyebutkan, dari total pendapatannya provinsi ini menempati peringkat ketiga. Akan tetapi, pihaknya menyayangkan karena seharusnya Jatim bisa menjadi peringkat kedua atau menggantikan Bali.

Kemungkinan hal ini karena ’supermarket’ atau ritel di Surabaya belum fokus ke konsep premium. Sementara itu peringkat pertama kontribusi pendapatan kami diraih Jakarta.

Untuk itu, “supermarket” lokal harus segera berbenah diri supaya tidak kalah dengan asing. Apalagi, kini pemerintah mulai membuka kran bagi ritel asing memperluas pasarnya ke Indonesia.

Food and Beverages Sales Manager Borvita Citra Prima, distributor produk impor Jatim, Nanang Prijanto, menambahkan, sampai saat ini penyerapan produk impor di Jatim didominasi oleh Surabaya.

“Dari total produk yang dilepas di provinsi ini Surabaya menyumbang sekitar 60 persen dan sisanya menyebar ke kota lain,” katanya.

Untuk di Surabaya, umumnya daya serap produk impor hanya terlihat di sejumlah ritel seperti Ranch Market, Papaya, dan Sinar Supermarket. (antara/051109)

Kirim komentar anda

 
Nama Lengkap : (wajib diisi)
Alamat Email : (wajib diisi)
Situs Anda :