RIBUAN motif batik sekarang ini tidak diketahui siapa penciptanya. Padahal. identifikasi mudah dilakukan. Informasi tentang asal batik bisa dilihat dari corak dan warna. Usianya bisa diamati dari umur kainnya.
“Tapi, banyak yang tertulis NN (no name),” ungkap Prayoga, kurator di Museum Batik Jogjakarta kepada tempo interaktif.com (29 April 2009).
Kurang lebih 1.000 motif batik di Museum Batik Jogjakarta, belum dipatenkan. Di antara batik-batik yang tersimpan ada yang umurnya ratusan tahun. Paling kuno buatan 1700 hingga paling muda tahun 1950. Biaya paten memang mahal, bisa puluhan juta.
Motif batik terbagi dua : batik keratonan (seperti batik Solo dan Jogjakarta) dan batik pesisiran (dari Cirebon, Pekalongan, hingga Madura). Perbedaan ditentukan dari warnanya.
Batik keratonan cenderung didominasi cokelat sogan. Contohnya, kain panjang Soga Jawa dengan motif Parang Kusumo Gondusuli asal Jogjakarta pada 1950-1960. Sedangkan, batik pesisir cenderung berwarna cerah dan dekoratif.
“Langkanya upaya mematenkan motif batik karena motif itu sudah ada secara turun-temurun. Orang Jogja nggak berani mematenkan yang seperti itu,” tukas Dharma Gupta, Ketua Forum Pelestarian Lingkungan Jogjakarta. (hs)


Home