Share |
| Rabu, 9 Desember 2009

Festival Pengusaha Roti

SEBANYAK 100 pengusaha kecil menengah (UKM) roti di Solo ikut meramaikan  festival pangan sekaligus memecahkan rekor Muri Roti Batik pada 5-6 Desember 2009 di GOR Manahan Solo.

Roti raksasa yang dibatik itu berbentuk empar persegi panjang dengan ukuran 2,4 meter kali 1,2 meter dengan tebal 20 centimeter. Pembatikan roti dilakukan pembatik terkenal asal Solo, yaitu Gunawan Setiawan.

Ketua Panitia, Doni Kristianto yang didampingi bendaharanya Auli Ayu Ningtias, mengatakan, selain pembuatan roti batik raksasa dibuat roti batik dengan ukuran 40 centimeter kali 60 centi meter setebal 15 centimeter sebanyak 20 buah dan pembuatan roti biasa sebanyak 10.000 buah dengan berat 30 gram per buahnya.

Untuk pembuatan roti itu, secara keseluruhan memerlukan terigu sebanyak 625 kg, 400 kg cokelat, 150 kg gula pasir dan 10 kg telur, yang diperkirakan menghabiskan dana Rp 40 juta.

Pembuatan roti dua hari ditangani tenaga ahli dari PT Zeelandia, PT Landkrone, PT Colatta serta pada UKM roti. Pembuatan roti dilakukan di Kartasura, sebelum dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

Festival Pengusaha Roti mengukuhkan Solo sebagai salah satu asal kota budaya batik yang sudah diakui oleh dunia, mengembangkan usaha dan eksistensi UKM di Solo, yang utamanya bergerak dalam bidang usaha roti dan pihak terkait di mana UKM punya lokasi permanen untuk pengembangan usaha.

“Kami sekaligus mengangkat Solo sebagai sala satu kota wisata kuliner, nilai budaya Solo dengan wadah kuliner dan memantapkan batik sebagai warisan budaya Solo melalui pembuatan roti batik,” jelas Doni Kristianto.

UKM roti di Solo Raya jumlahnya mencapai 1.000 lebih tetapi ini belum banyak yang diperdayakan dalam rangka peningkatan ekonomi dan mereka itu masih bergerak sendiri-sendiri. (antara/011209)

Kirim komentar anda

 
Nama Lengkap : (wajib diisi)
Alamat Email : (wajib diisi)
Situs Anda :