PT SECOM Indopratama menawarkan solusi jasa keamanan terpadu dan menyeluruh bagi kalangan pengusaha di Jawa Timur, guna menekan risiko kejahatan internal yang bisa berdampak pada kerugian usaha.
“Kalangan pengusaha di Surabaya belum menganggap sistem keamanan sebagai prioritas dalam menjalankan usahanya,” kata Jim Kurnia, Wakil Direktur PT Secom Indopratama didampingi Hansen Khoe, Manajer Penjualan.
Secom Indopratama merupakan grup dari Secom Corporation yang berpusat di Jepang dan bergerak di bidang solusi jasa keamanan menyeluruh dengan memadukan sumber daya manusia dan sistem peralatan.
Sejak masuk ke Indonesia pada 1994, Secom Indopratama yang awalnya hanya fokus membidik perusahaan-perusahaan asing, kini telah memiliki lebih kurang 2.000 konsumen, baik perusahaan asing maupun lokal, seperti perkantoran, pusat perbelanjaan, perbankan, hotel, apartemen, dan pabrik.
“Untuk wilayah Jatim, kami memiliki sekitar 20 konsumen yang sebagian besar perusahaan asing dan tersebar di beberapa kawasan industri, seperti Surabaya, Mojokerto dan Pasuruan,” kata Jim Kurnia.
Masih rendahnya budaya kesadaran pengusaha di Jatim terhadap aspek keamanan, merupakan peluang pasar yang cukup potensial untuk dibidik.
Bekerja sama dengan Kepolisian Daerah (Polda) Jatim, Secom Indopratama melakukan sosialisasi sekaligus edukasi jasa keamanan kepada kalangan pengusaha. Secom menargetkan sekitar 50 perusahaan di Jatim bisa menjadi konsumen hingga akhir tahun.
Jim Kurnia menambahkan persoalan keamanan berbisnis, baik bagi pemilik usaha maupun karyawan, sangat diperlukan di tengah situasi Indonesia yang sedang mengalami masa transformasi.
Sedangkan pada sektor usaha, tindak kejahatan telah menyumbang kerugian perusahaan sekitar 17 persen, baik karena kehilangan material maupun peluang yang hilang. Angka ini didasarkan hasil penelitian “Business Review” pada Februari 2009.
“Sekitar 80 persen tindak kejahatan dilakukan internal dalam perusahaan dan akibat lemahnya tingkat kedisiplinan karyawan. Secom menawarkan solusi untuk mengatasi masalah tersebut,” ujar Jim Kurnia. (antara/011209)


Home