Share |
| Jumat, 22 Januari 2010

Okeshop Tambah Cabang

PERUSAHAAN Perusahaan ritel telepon selular PT Trikomsel Oke Tbk pemegang merek OkeShop, akan membuka lima kantor cabang baru sebagai pusat distribusi di lima kota yakni Bandung, Sumedang, Karawaci, Kudus, dan Purwokerto, Januari- Maret 2010.

Pembukaan kantor cabang tersebut untuk memperkuat layanan dan penjualan, seiring dengan pertumbuhan gerai perusahaan itu. Pada 2010 perusahaan itu menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 20 persen dan penambahan sekitar 200 gerai, sehingga menjadi sekitar 1.000-an gerai tahun ini.

“Pembukaan cabang itu berdasarkan pada pertimbangan potensi pelanggan. potensi pasar di Kudus cukup besar, lebih dari 100 gerai, dan konsumen langsungya juga banyak. Selain itu daya belinya cukup tinggi,” Ellianah Setiady, Direktur Operasional PT Trikomsel.

Apalagi, tahun ini pasar telekomunikasi akan mengalami perbaikan signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Menurut Ellianah, Indonesia baru kembali  pulih dari krisis, dan saat ini ekonomi nasional memiliki landasan yang makin kuat, yang terlihat dari penguatan nilai tukar rupiah dan IHSG (indeks harga saham gabungan) yang makin tinggi, serta sektor riil yang mulai bergerak seiring turunnya suku bunga.

Untuk menyambut naiknya pertumbuhan tersebut pihaknya kini tengah menyiapkan diri dengan memperbaiki infrastruktur dan tenaga pemasaran.

Saat ini,  Trikomsel memiliki 30 PoD (pusat distribusi) yang bisa mengakses ke-145 kota di Indonesia dan mengembangkan jaringan usaha pendistribusian ponsel (telepon seluler) hingga jasa layanan telekomunikasi.

Awal 2000 OkeShop memiliki dan mengelola 40 gerai. Pada 2004 jumlahnya bertambah hingga 400 gerai, dan menjadi 564 gerai pada 2006,  kemudian 2008 meningkat lagi menjadi 808 gerai tersebar di 141 kota. Dalam tahun 2010 perusahaan itu menargetkan pengembangan Oke Shop mencapai sekitar 1.000 gerai dan tersebar di 225 kota.

Senior VP Corporate Service Division Trikomsel, Juliana Samudro, menambahkan sebagai salah satu distributor resmi Nokia, ia mengakui maraknya pemakaian Blackberry (BB) berpengaruh terhadap penjualan ponsel Nokia, meskipun tidak terlalu besar.

“Kalau pun mengikis pangsa pasar, angkanya tidak lebih dari lima persen. Karena yang mengalami pergeseran hanya di segmen atas, yang persentasenya tidak lebih dari 10 persen,” katanya.

Juliana optimistis pangsa pasar Nokia yang saat ini berkisar 57-58  persen tidak akan mengalami penurunan berarti. (antara/15012010)

Kirim komentar anda

 
Nama Lengkap : (wajib diisi)
Alamat Email : (wajib diisi)
Situs Anda :