KETUA Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Benjamin Mailool memperkirakan pertumbuhan omzet ritel pada 2010 bisa mencapai 20 persen karena kondisi perekonomian yang mulai membaik setelah krisis.
“Pada 2010 saya melihat akan tetap lebih baik dari 2009, sebab 2009 ada dampak krisis global dan pemilu, jadi harusnya 2010 kondisi akan lebih baik. Pertumbuhan ritel bisa mencapai 20 persen dari sisi nilai penjualan,” katanya.
Benjamin menjelaskan selama 2009 ini pertumbuhan omzet ritel agaktertahan karena pelaku banyak berhati-hati dalam melakukan ekspansi tokonya. Namun, tahun depan peritel diperkirakan akan lebih ekspansif mengingat sektor properti terutama pembangunan mal juga mulai kembali berkembang.
“Kalau berdasarkan data dari Nielsen, sampai kuartal III nilai penjualan ritel sudah mencapai 80 triliun. Tahun ini, ritel bertumbuh15 persen. Tahun depan minimum tumbuh 20 persen,” ujarnya.
Benjamin menjelaskan peluang ekspansi gerai ritel di Indonesia masih sangat besar karena rasio jumlah penduduk dengan jumlah pasar tradisional maupun peritel moderen masih sedikit.
“Kalau lihat rasio jumlah pasar tradisional dan jumlah penduduk yang dilayani ritel masih kecil, terkecil di Asia Pasifik. Jadi, sekitar satu juta penduduk hanya dilayani 52 anggota kami. Sedangkan di tempat lain seperti Singapura, satu juta penduduk dilayani 150 sampai 200 peritel,” tuturnya.
Ekspansi ritel moderen kedepannya, lanjut Benjamin, akan difokuskan ke luar pulau Jawa karena saat ini sekitar 60-70 persen gerai ritel moderen terletak di pulau Jawa.
Beberapa daerah yang berpotensi menjadi tujuan investasi ritel antara lain Medan, Palembang, Riau, dan Padang. “Kota-kota seperti Jayapura juga sudah mulai menyatakan minat (untuk dimasuki ritel moderen). Jadi, dua tahun lagi akan ada di Kupang, NTB, di Ambon juga ada,” tambahnya. (antara/23122009)


Home