JAKARTA - Survei Edelman Trust Barometer menunjukan adanya penurunan kepercayan para pemangku kepentingan (stakeholder) terhadap bisnis ritel pada 2010.
Tingkat kepercayaan terhadap sektor bisnis ritel mengalami penurunan bila dibandingkan tahun lalu. Survei tahun lalu menunjukan tingkat kepercayaan mencapai 81 persen kini turun menjadi 75 persen.
Wakil Presiden Direktur IndoPacific Edelman, Bambang Chriwanto mengatakan, penyebab turunnya kepercayaan terhadap bisnis ritel ini, salah satunya karena masalah persaingan usaha yang belum dituntaskan.
“Misalnya, masalah antara pasar modern dengan pasar tradisional, yang sampai saat ini masih belum terselesaikan. Saat ini, para ’stakeholders’ menginginkan transparansi dalam masalah ini,” katanya.
Secara garis besar, survei menunjukan adanya tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap bisnis di Indonesia dibandingkan dengan negara lain.
Bambang mengatakan, beberapa sektor mengalami peningkatan kepercayaan yang cukup kuat. Misalnya sektor teknologi, tingkat kepercayaannya meningkat dari 81 persen menjadi 90 persen, sehingga menjadi bisnis yang paling dipercaya mengalahkan otomotif.
“Seiring dengan perkembangan teknologi, disisi lain, ini berarti kebijakan yang dilakukan perusahaan sektor ini mendapatkan apresiasi dari masyarakat, sehingga mendorong tingkat kepercayaan,” katanya.
Sektor otomotif menduduki peringkat kedua dengan tingkat kepercayaan mencapai 85 persen. Meski dihantui dengan produk bermasalah mobil dari Toyota motor di AS, kepercayana terhadap industri ini di Indonesia masih cukup tinggi.
Untuk kepercayaan kepada kalangan perbankan masih cukup tinggi mencapai 84 persen. Bambang mengatakan, terjaganya kehati-hatian perbankan dalam mengelola dana nasabah membuat perbankan tetap dipercaya.
“Hasil ini secara signifikan melebihi tingkat kerpercayaan dimanapun di Asia atau secara global,” katanya.
Direktur IndoPacific Edelman, Mayang Schreiber menambahkan, kepercayaan terhadap binis media juga masih tinggi yang mencapai 83 persen. Diikuti dengan binis farmasi dan makanan.
Untuk binsis farmasi terjadi peningkatan dari 77 persen pada 2009, menjadi 82 persen pada 2010 ini. Sementara, untuk makanan juga terjadi peningkatan kepercayaan dari 67 persen menjadi 78 persen.
Untuk bisnis energi, kesehatan, manufaktur dan asuransi tingkat kepercayaannya masih terjaga. Untuk sektor energi, tingkat kepercayaan mencapai 78 persen. Sedangkan kesehatan 75 persen. Untuk manufaktur dan asuransi masing-masing 68 persen dan 59 persen. (antara/04052010)


Home