MENTERI Perdagangan Mari Elka Pangestu meminta peritel moderen untuk meningkatkan persentase pemasok dari kalangan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang saat ini mecakup 30 persen dari 40.000 pemasoknya.
Aprindo menyebut, ada sekitar 10.000 outlet anggota, dan tak kurang 40.000 pemasok, kurang lebih 30 persen bersumber dari UKM, tentunya target Deperdag meningkatkan persentase pemasok dari UKM.
Deperdag menargetkan peningkatan jumlah UKM yang bisa memasok ke ritel moderen sekitar 5-10 persen dari jumlah yang ada saat ini. “Tapi sebetulnya angka 30 persen itu dinamik. Hari ini dia kecil, tapi kemudian naik pangkat dan keluar dari yang kecil dan itu tujuan kita sebenarnya,” jelas Mari Elka.
Oleh karena itu, lanjut Mendag, pemerintah akan memberikan dorongan berupa peningkatan mutu produk dan kemasan produk UKM serta “branding” produk UKM agar layak masuk dalam jaringan ritel moderen.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Benjamin Mailool menilai, target peningkatan jumlah pemasok ritel moderen dari kalangan UKM yang ditargetkan Mendag sangat realistis.
Namun ia mengingatkan pertumbuhan jumlah pemasok UKM itu hanya dapat terjadi jika pangsa pasar ritel moderen meningkat dengan adanya gerai-gerai baru.
“Kita imbau pemerintah, pembukaan gerai baru dilihat secara positif karena akan ada perluasan penjualan produk UKM. Misalnya produsen ikan asap tadi, bagaimana dia mau jual di luar jawa, kalau kita tidak membuka cabang (di Luar Jawa),” jelasnya.
Benjamin menambahkan perluasan gerai ritel moderen hingga ke seluruh Indonesia dapat menjadi jalur distribusi barang yang efektif dan efisien. (antara/23122009)


Home