<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>ritelonline.com</title>
	<atom:link href="http://www.ritelonline.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ritelonline.com</link>
	<description>belanja dan belajar</description>
	<pubDate>Sat, 22 May 2010 13:33:57 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.5</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Potong Rantai Distribusi</title>
		<link>http://www.ritelonline.com/berita/potong-rantai-distribusi.html/</link>
		<comments>http://www.ritelonline.com/berita/potong-rantai-distribusi.html/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 May 2010 13:33:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[amir pansuri]]></category>

		<category><![CDATA[apikri]]></category>

		<category><![CDATA[distribusi]]></category>

		<category><![CDATA[Jogja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ritelonline.com/?p=991</guid>
		<description><![CDATA[JOGJAKARTA - Pemerintah daerah harus membantu para pedagang kecil  memperpendek mata rantai distribusi barang dari produsen sehingga mereka mampu bersaing dengan toko-toko jejaring besar atau ritel.
Penggagas perniagaan berkeadilan (fair trade) asal Jogja, Amir Panzuri mengatakan, salah satu faktor kalah bersaingnya toko-toko milik masyarakat dengan toko jejaring karena mereka memasang harga barang lebih mahal dari toko-toko [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JOGJAKARTA - Pemerintah daerah harus membantu para pedagang kecil  memperpendek mata rantai distribusi barang dari produsen sehingga mereka mampu bersaing dengan toko-toko jejaring besar atau ritel.</p>
<p>Penggagas perniagaan berkeadilan (fair trade) asal Jogja, Amir Panzuri mengatakan, salah satu faktor kalah bersaingnya toko-toko milik masyarakat dengan toko jejaring karena mereka memasang harga barang lebih mahal dari toko-toko berjejaring.</p>
<p>Biasanya pedagang kecil membeli barang dagangan dari grosir dan sudah melewati sejumlah rantai distribusi, sedangkan toko berjejaring mereka mempunyai kemampuan untuk langsung memotong distribusi ke produsen sehingga selisih harga cukup tinggi.</p>
<p>Kata Amir, pemerintah dapat memfungsikan Dinas Perdagangan dan Perindustrian atau membentuk lembaga lain yang berfungsi sebagai fasilitator dan penghubung dengan produsen sehingga jalur distribusi tidak panjang.</p>
<p>&#8220;Para pedagang kecil kemudian dapat mengambil barang atau kulakan di tempat itu,&#8221; kata Ketua Asosiasi Pengembangan Kerajinan Republik Indonesia (Apikri) Jogja ini. <em>(antara/21052010)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ritelonline.com/berita/potong-rantai-distribusi.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Carrefour Tambah 20 Gerai</title>
		<link>http://www.ritelonline.com/berita/carrefour-tambah-20-gerai.html/</link>
		<comments>http://www.ritelonline.com/berita/carrefour-tambah-20-gerai.html/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 May 2010 13:30:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[Carrefour]]></category>

		<category><![CDATA[Gerai]]></category>

		<category><![CDATA[trans corp]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ritelonline.com/?p=989</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA - Carrefour akan ekspansi 20 gerai pada properti milik Trans Corp dalam jangka menengah lima tahun ke depan, setelah anak perusahaan Grup Para itu mengakuisi 40 persen saham perusahaan ritel asal Prancis itu.
Menurut Dirut PT Carrefour Indonesia, Shafie Shamsuddin, alasan  Carrefour mengambil mitra lokal, karena Carrefour perlu banyak toko baru. &#8220;Sebelum Ramadhan tahun 2010, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA - Carrefour akan ekspansi 20 gerai pada properti milik Trans Corp dalam jangka menengah lima tahun ke depan, setelah anak perusahaan Grup Para itu mengakuisi 40 persen saham perusahaan ritel asal Prancis itu.</p>
<p>Menurut Dirut PT Carrefour Indonesia, Shafie Shamsuddin, alasan  Carrefour mengambil mitra lokal, karena Carrefour perlu banyak toko baru. &#8220;Sebelum Ramadhan tahun 2010, Carrefour akan membuka gerai di Trans Studio, Makassar,&#8221; katanya.</p>
<p>Lokasi yang dipilih, yakni lantai dasar Trans Studio. Luasnya sekitar 7.000 m2. Tokonya akan dibuka sebelum Lebaran.</p>
<p>Selain ekspansi gerai bersama Trans Corp, Carrefour berencana menambah 13 gerai baru, antara lain di Mojokerto (Jawa Timur) dan beberapa kota lainnya di Indonesia. Saat ini, Carrefour telah memiliki 81 gerai di seluruh Indonesia.</p>
<p>Shafie menyampaikan komitmen Carrefour untuk memperbaiki hubungan dengan para pemasok, yang diakuinya, kurang baik, terkait persyaratan perdagangan yang diterapkan perusahaan. Saat ini jumlah pemasok mencapai sekitar 4.000 perusahaan kecil, menengah, maupun besar.(antara/20052010)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ritelonline.com/berita/carrefour-tambah-20-gerai.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Soendari Soekotjo dan &#8216;Habis Bersalin&#8217;</title>
		<link>http://www.ritelonline.com/pernik/soendari-soekotjo-dan-habis-bersalin.html/</link>
		<comments>http://www.ritelonline.com/pernik/soendari-soekotjo-dan-habis-bersalin.html/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 May 2010 13:19:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pernik]]></category>

		<category><![CDATA[habis bersalin]]></category>

		<category><![CDATA[jamu]]></category>

		<category><![CDATA[ny meneer]]></category>

		<category><![CDATA[soendari soekotjo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ritelonline.com/?p=985</guid>
		<description><![CDATA[KEMBALIKAN cantikmu secara alami  dengan Jamu Habis Bersalin dari Nyonya Meneer yang sudah mentradisi layaknya budaya musik keroncong.
Kehamilan dan Melahirkan merupakan proses alami yang terjadi pada setiap wanita di belahan dunia manapun. Kadangkala perubahan bentuk tubuh habis bersalin menjadi kekhawatiran tersendiri bagi seorang wanita.
Muncul pertanyaan dalam diri ibu baru mengenai kemungkinan baliknya bentuk tubuh sehabis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.ritelonline.com/images/sundari.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-987" title="sundari" src="http://www.ritelonline.com/images/sundari-201x300.jpg" alt="" width="201" height="300" /></a>KEMBALIKAN cantikmu secara alami  dengan Jamu Habis Bersalin dari Nyonya Meneer yang sudah mentradisi layaknya budaya musik keroncong.</p>
<p>Kehamilan dan Melahirkan merupakan proses alami yang terjadi pada setiap wanita di belahan dunia manapun. Kadangkala perubahan bentuk tubuh habis bersalin menjadi kekhawatiran tersendiri bagi seorang wanita.</p>
<p>Muncul pertanyaan dalam diri ibu baru mengenai kemungkinan baliknya bentuk tubuh sehabis bersalin. Seorang ibu menjadi feeling blue (baby blues) usai melahirkan. Dukungan dari orang sekitar, terutama suami, sangat diperlukan untuk mengurangi perasaan cemas si ibu.</p>
<p>Setiap ibu usai bersalin menyempatkan diri merawat tubuhnya sebagai bukti kecintaan mengingat pada masa 40 hari merupakan fase yang menentukan bagi para ibu untuk mengubah dan mengembalikan penampilan.</p>
<p>Salah satunya, dengan meminum Jamu Habis Bersalin dari Nyonya Meneer. PT Nyonya Meneer merupakan perusahaan yang memperhatikan kebutuhan para ibu usai bersalin.</p>
<p>Kecemasan akan tidak mungkinnya tubuh kembali cantik dan sehat seperti semula dijawab oleh hadirnya produk ini. Khasiat dari Jamu Habis Bersalin dari Nyonya Meneer sangat bagus untuk melangsingkan tubuh, mengecilkan perut, melancarkan ASI dan mengembalikan kesehatan badan.</p>
<p>Jamu Habis Bersalin dari Nyonya Meneer sudah men-tradisi layaknya budaya musik keroncong yang sudah menjadi tradisi dan populer di Nusantara sejak abad ke 19.</p>
<p>Hal ini juga dirasakan oleh penyanyi keroncong sekaligus dosen di salah satu universitas di Jakarta, yakni DR Soendari Soekotjo MM, yang telah sekian lama memercayakan kecantikan tubuhnya kepada Jamu Habis Melahirkan dari Nyonya Meneer.</p>
<p>Agar tetap selalu menjaga kesehatan tubuhnya, Soendari Soekotjo selalu  mengonsumsi jamu-jamu yang di produksi oleh PT Nyonya Meneer seperti rangkaian produki Jamu Untuk Wanita lainnya..</p>
<p>Kesetiaan Soendari Soekotjo pada jamu-jamu dari Nyonya Meneer yang bahan-bahan jamunya dari akar, daun, buah, bunga, maupun kulit kayu asli Indonesia, serta kecintaannya pada musik keroncong menjadikan salah satu alasan PT  Nyonya Meneer memilih Soendari Soekotjo sebagai ambassador untuk produk Jamu Habis Bersalin.</p>
<p>PT Nyonya Meneer mengajak para wanita Indonesia khususnya para ibu muda yang untuk peduli dengan kesehatan dan kecantikan tubuh usai melahirkan dengan  Jamu Habis Bersalin-Nyonya Meneer yang sudah mentradisi.</p>
<p>Jamu Habis Bersalin ini bentuknya sudah berupa paket yang harus diminum dan digunakan selama 40 hari sesuai petunjuk, karena dalam 1 paket Jamu Habis Bersalin (JHB) itu terdapat jamu untuk perawatan dalam dan luar.</p>
<p>Perawatan tradisional selama 40 hari dengan Jamu Habis Bersalin (JHB) dari Nyonya Meneer menjadikan tubuh terasa segar, singset dan cantik seperti semula. (*)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ritelonline.com/pernik/soendari-soekotjo-dan-habis-bersalin.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ada 77 Perkara Ritel</title>
		<link>http://www.ritelonline.com/berita/ada-77-perkara-ritel.html/</link>
		<comments>http://www.ritelonline.com/berita/ada-77-perkara-ritel.html/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 May 2010 11:58:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[kasus]]></category>

		<category><![CDATA[kppu]]></category>

		<category><![CDATA[Ritel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ritelonline.com/?p=983</guid>
		<description><![CDATA[SURABAYA - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) telah menangani 27 dari 66 laporan atau perkara yang berkaitan dengan praktik monopoli industri ritel di Indonesia.
Anggota KPPU Didik Akhmadi mengatakan telah melakukan kajian terhadap sejumlah persoalan yang berkaitan dengan industri ritel. Bahkan, sudah melakukan tindakan hukum terhadap salah satu industri ritel Indonesia yakni Carrefour, beberapa waktu lalu.
Saat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SURABAYA - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) telah menangani 27 dari 66 laporan atau perkara yang berkaitan dengan praktik monopoli industri ritel di Indonesia.</p>
<p>Anggota KPPU Didik Akhmadi mengatakan telah melakukan kajian terhadap sejumlah persoalan yang berkaitan dengan industri ritel. Bahkan, sudah melakukan tindakan hukum terhadap salah satu industri ritel Indonesia yakni Carrefour, beberapa waktu lalu.</p>
<p>Saat itu, Carrefour dinilai telah menghegemoni sistem perdagangan, sehingga memberatkan pasar tradisional. Perusahaan ini punya aturan yang memberatkan makanya kami teliti. Hasilnya, pangsa pasar Carrefour dominan.</p>
<p>Selain itu,  KPPU melakukan kajian terhadap implementasi Perpes No.112/2007 tentang penataan dan pembinaan pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan toko modern.  Perpes 112/2007 memberikan kewenangan yang besar pada pemerintah daerah sebagai ujung tombak implementasi substansi pengaturan ritel di daerah.</p>
<p>KPPU juga mengunjungi sejumlah daerah terkait perkembangan industri ritel seperti halnya Samarinda, Banjarmasin, Balikpapan, Surabaya dan kota-kota lainnya.  Secara nasional, jumlah pasar tradisional  mencapai 13.450 pasar, dan sekitar 12.625.000 pedagang.</p>
<p>Hal ini berbanding terbailk dengan ritel modern yang mengalami kenaikan baik dari jumlah gerai maupun omset dengan peta sebaran ritel di kota-kota besar di Indonesia mencapai 11.866 pasar modern. <em>(antara/06052010)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ritelonline.com/berita/ada-77-perkara-ritel.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Survei Ritel 2010</title>
		<link>http://www.ritelonline.com/berita/survei-ritel-2010.html/</link>
		<comments>http://www.ritelonline.com/berita/survei-ritel-2010.html/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 May 2010 11:54:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[2010]]></category>

		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[edelman trust barometer]]></category>

		<category><![CDATA[Ritel]]></category>

		<category><![CDATA[survei]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ritelonline.com/?p=981</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA - Survei Edelman Trust Barometer menunjukan adanya penurunan kepercayan para pemangku kepentingan (stakeholder) terhadap bisnis ritel pada 2010.
Tingkat kepercayaan terhadap sektor bisnis ritel mengalami penurunan bila dibandingkan tahun lalu. Survei tahun lalu menunjukan tingkat kepercayaan mencapai 81 persen kini turun menjadi 75 persen.
Wakil Presiden Direktur IndoPacific Edelman, Bambang Chriwanto mengatakan, penyebab turunnya kepercayaan terhadap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA - Survei Edelman Trust Barometer menunjukan adanya penurunan kepercayan para pemangku kepentingan (stakeholder) terhadap bisnis ritel pada 2010.</p>
<p>Tingkat kepercayaan terhadap sektor bisnis ritel mengalami penurunan bila dibandingkan tahun lalu. Survei tahun lalu menunjukan tingkat kepercayaan mencapai 81 persen kini turun menjadi 75 persen.</p>
<p>Wakil Presiden Direktur IndoPacific Edelman, Bambang Chriwanto mengatakan, penyebab turunnya kepercayaan terhadap bisnis ritel ini, salah satunya karena masalah persaingan usaha yang belum dituntaskan.</p>
<p>&#8220;Misalnya, masalah antara pasar modern dengan pasar tradisional, yang sampai saat ini masih belum terselesaikan. Saat ini, para &#8217;stakeholders&#8217; menginginkan transparansi dalam masalah ini,&#8221; katanya.</p>
<p>Secara garis besar, survei menunjukan adanya tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap bisnis di Indonesia dibandingkan dengan negara lain.</p>
<p>Bambang mengatakan, beberapa sektor mengalami peningkatan kepercayaan yang cukup kuat. Misalnya sektor teknologi, tingkat kepercayaannya meningkat dari 81 persen menjadi 90 persen, sehingga menjadi bisnis yang paling dipercaya mengalahkan otomotif.</p>
<p>&#8220;Seiring dengan perkembangan teknologi, disisi lain, ini berarti kebijakan yang dilakukan perusahaan sektor ini mendapatkan apresiasi dari masyarakat, sehingga mendorong tingkat kepercayaan,&#8221; katanya.</p>
<p>Sektor otomotif menduduki peringkat kedua dengan tingkat kepercayaan mencapai 85 persen. Meski dihantui dengan produk bermasalah mobil dari Toyota motor di AS, kepercayana terhadap industri ini di Indonesia masih cukup tinggi.</p>
<p>Untuk kepercayaan kepada kalangan perbankan masih cukup tinggi mencapai 84 persen. Bambang mengatakan, terjaganya kehati-hatian perbankan dalam mengelola dana nasabah membuat perbankan tetap dipercaya.</p>
<p>&#8220;Hasil ini secara signifikan melebihi tingkat kerpercayaan dimanapun di Asia atau secara global,&#8221; katanya.</p>
<p>Direktur IndoPacific Edelman, Mayang Schreiber menambahkan, kepercayaan terhadap binis media juga masih tinggi yang mencapai 83 persen. Diikuti dengan binis farmasi dan makanan.</p>
<p>Untuk binsis farmasi terjadi peningkatan dari 77 persen pada 2009, menjadi 82 persen pada 2010 ini. Sementara, untuk makanan juga terjadi peningkatan kepercayaan dari 67 persen menjadi 78 persen.</p>
<p>Untuk bisnis energi, kesehatan, manufaktur dan asuransi tingkat kepercayaannya masih terjaga. Untuk sektor energi, tingkat kepercayaan mencapai 78 persen. Sedangkan kesehatan 75 persen. Untuk manufaktur dan asuransi masing-masing 68 persen dan 59 persen. <em>(antara/04052010)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ritelonline.com/berita/survei-ritel-2010.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>South Beauty Buka di Jakarta</title>
		<link>http://www.ritelonline.com/gerai/south-beauty-buka-di-jakarta.html/</link>
		<comments>http://www.ritelonline.com/gerai/south-beauty-buka-di-jakarta.html/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 12:40:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Gerai]]></category>

		<category><![CDATA[china]]></category>

		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>

		<category><![CDATA[masakan]]></category>

		<category><![CDATA[Pertama]]></category>

		<category><![CDATA[south beauty]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ritelonline.com/?p=978</guid>
		<description><![CDATA[SOUTH Beauty Group, salah satu jaringan restoran high-end ternama di China membuka gerai internasional pertamanya, South Beauty di Jakarta, Jumat (5/2/2010).
“Dengan bangga kami meluncurkan South Beauty Jakarta, gerai dan franchise internasional pertama dari South Beauty Group,” kata Dani Wanandi, CEO South Beauty Jakarta, dalam sambutannya saat Grand Opening yang juga dihadiri oleh Madam Zhang Qiyue, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SOUTH Beauty Group, salah satu jaringan restoran high-end ternama di China membuka gerai internasional pertamanya, South Beauty di Jakarta, Jumat (5/2/2010).</p>
<p>“Dengan bangga kami meluncurkan South Beauty Jakarta, gerai dan franchise internasional pertama dari South Beauty Group,” kata Dani Wanandi, CEO South Beauty Jakarta, dalam sambutannya saat Grand Opening yang juga dihadiri oleh Madam Zhang Qiyue, Duta Besar China untuk Indonesia.</p>
<p>South Beauty Group berdiri tahun 2000, selalu mendedikasikan diri untuk menyajikan makanan bercitarasa tinggi dan menyebarkan budaya kuliner Cina ke seluruh dunia.</p>
<p>Penerima penghargaan dan pujian dari para kritikus, termasuk titel prestisius dan resmi sebagai “China Well-Known Mark” ini, mencetak angka penjualan lebih dari 1 miliar yuan di tahun 2009. <a href="http://www.ritelonline.com/images/south-beauty.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-979" title="south-beauty" src="http://www.ritelonline.com/images/south-beauty-300x220.jpg" alt="" width="300" height="220" /></a></p>
<p>Setiap tahun, lebih dari lima juta eksekutif, selebriti, kaum ekspatriat dan kaum jet set bersantap di lebih dari 50 gerai South Beauty di China.</p>
<p>Berlokasi di pusat kota Jakarta, South Beauty menjadi tempat bersantap terbaru di daerah bisnis yang menyajikan masakan kontemporer Sichuan dan Kanton yang spektakuler.</p>
<p>Sichuan dan Kanton adalah dua dari empat tradisi makanan China yang utama, yang terkenal karena beragam rasanya, mulai dari berat hingga ringan, kaya rasa hingga yang simpel, serta manis hingga superpedas.</p>
<p>“Kami percaya konsep baru kami akan membawa standar baru pada hospitality industry di Indonesia dan kami mengundang warga Indonesia untuk merasakan dan mendapatkan pengalaman menyantap kuliner bercita rasa tinggi yang kaya rasa khas China,” tambah Dani.</p>
<p>Makanan khas South Beauty di antaranya adalah Rock Salad – menu makanan yang kaya warna dengan rasa yang ringan, dibuat dari berbagai sayuran, mayonnaise dan kuning telur dan diracik langsung di hadapan para pelanggan dengan atraksi khusus seperti bartender di bar.</p>
<p>Fried Sliced Superior Beef Tender with Stones in Hot Oil, menu makanan lain yang diracik langsung di hadapan pelanggan. Lima macam minyak salad dipanaskan hingga suhu lebih dari 200 derajat dan kemudian dituang ke dalam wadah kaca yang memiliki batu-batu dari Sungai Jialing yang berfungsi untuk mempertahankan panas. Kemudian dimasukkan daging sapi mentah yang berbumbu.</p>
<p>South Beauty Bean Curd, kedelai organik pilihan segar dibuat menjadi susu kedelai, dan diproses menjadi tahu yang dihidangkan dengan berbagai macam celupan.</p>
<p>Dipimpin oleh Chef Kepala, Qiang LI, terdapat 11 chef dari Kantor Pusat South Beauty di Beijing &amp; Shanghai yang diboyong ke Jakarta.</p>
<p>Chef Li telah memukau para pelanggan South Beauty sejak 8 tahun lalu. Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di industry kuliner, ia telah memenangkan berbagai penghargaan dan pujian dari berbagai kompetisi internasional.</p>
<p>Dengan hasrat dan kecintaan yang besar dengan dunia masak-memasak, Chef  Li sangat senangn bisa membawa kuliner China bercita rasa tinggi ke Indonesia.</p>
<p>Untuk menambah nilai lebih dari cabang internasional pertama, restoran ini mengusung konsep desain yang terinspirasi dari “Peti Harta Karun” serta menggunakan berbagai artefak berharga seperti snuff bottle, lentera, mutiara, dan partisi kayu khas China untuk membentuk suasana ala China kuno.</p>
<p>Penggunaan simbol-simbol China kuno yang legendaris, seperti naga terbang di langit-langit area utama, dan unsur-unsur kayu, disajikan untuk menonjolkan tema desain restoran ini dan sebagai simbol persembahan harta berharga China, sebagai hadiah kepada masyarakat Indonesia.</p>
<p>Gerai South Beauty menempati area seluas lebih dari 1.000 m2, untuk lebih dari 300 tamu. Restoran ini dibagi menjadi 7 zona, termasuk lobi masuk, lobi penerima tamu, ruang makan private, ruang VIP, ruang VIP kecil, ruang makan utama, dan board room. Board room adalah ruangan yang ideal untuk jamuan bisnis, yang dilengkapi dengan proyektor dan fasilitas audio dan dapat mengakomodasi 14 orang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>South Beauty Group<br />
</strong><em>Berdiri tahun 2000, South Beauty Group telah berkembang menjadi jaringan restoran Cina kelas dunia yang mengombinasikan kuliner yang segar dengan filosofi modern.</p>
<p>Grup ini saat ini memiliki 50 gerai di 13 kota di China. Seluruh outlet South Beauty memiliki total luas lebih dari 70.000 m2 dengan lebih dari 5.000 staf.</p>
<p>Pendiri grup ini, Ms Zhang Lan menempati urutan ke-311 Daftar Orang Terkaya di China versi majalah Forbes, dengan total aset 1,79 miliar yuan.</p>
<p>Di bulan Desember 2008, South Beauty Group mendapatkan investasi sebesar 300 juta yuan di tengah resesi ekonomi global setelah masuk ke lantai bursa, yang meroketkan nilai kelompok usaha ini menjadi 10 kali lipat dari pendapatannya di tahun 2007.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ritelonline.com/gerai/south-beauty-buka-di-jakarta.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Riezka, Pewaralaba Pisang Ijo</title>
		<link>http://www.ritelonline.com/profil/riezka-pewaralaba-pisang-ijo.html/</link>
		<comments>http://www.ritelonline.com/profil/riezka-pewaralaba-pisang-ijo.html/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 13:02:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Profil]]></category>

		<category><![CDATA[ijo]]></category>

		<category><![CDATA[pewaralaba]]></category>

		<category><![CDATA[pisang]]></category>

		<category><![CDATA[riezka]]></category>

		<category><![CDATA[tak terbatas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ritelonline.com/?p=967</guid>
		<description><![CDATA[JASMINE memang berarti melati. Dalam plesetan yang dibuat perempuan Riezka Rahmatiana (23), kata ”jasmine” diubah menjadi ”JustMine” untuk mengangkat penganan tradisional pisang ijo asli Makassar ke masyarakat. Bahkan, pisang ijo ini dijadikan peluang usaha waralaba.
Mirip semerbak keharuman bunga melati, gadis kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 26 Maret 1986 ini mengawali usaha kecilnya pada saat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.ritelonline.com/images/pisang-ijo2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-968" title="pisang-ijo2" src="http://www.ritelonline.com/images/pisang-ijo2.jpg" alt="" width="177" height="195" /></a>JASMINE memang berarti melati. Dalam plesetan yang dibuat perempuan Riezka Rahmatiana (23), kata ”jasmine” diubah menjadi ”JustMine” untuk mengangkat penganan tradisional pisang ijo asli Makassar ke masyarakat. Bahkan, pisang ijo ini dijadikan peluang usaha waralaba.</p>
<p>Mirip semerbak keharuman bunga melati, gadis kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 26 Maret 1986 ini mengawali usaha kecilnya pada saat duduk di bangku kuliah sebagai mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Bandung. Kini, kartu namanya sudah tertulis Riezka Rahmatiana sebagai Presiden Direktur ”JustMine”.</p>
<p>Semangat kewirausahaan, begitulah yang mengawali Riezka. Awalnya, kata Riezka, adalah kesumpekan. Banting tulang orangtuanya dalam mencukupi kebutuhan keluarga, termasuk menyekolahkan anak-anak, mendasari pikiran Riezka untuk berupaya agar dia bisa berdiri di atas kakinya sendiri.</p>
<p>Orang tua bekerja sejak pagi hingga larut malam. Hasil banting tulang seharian dilakukan untuk meraih gaji. Kemandirian wirausaha itulah yang secara diam-diam tumbuh dalam diri Riezka.</p>
<p>”Saya tidak mau menyusahkan orangtua. Berbekal modal awal Rp 13,5 juta, tahun 2007 bisnis makanan pisang ijo yang segar mulai menjadi pilihan untuk dipasarkan di Kota Bandung,” kata Riezka.</p>
<p>Ketika mengambil keputusan berwirausaha di sela-sela kuliahnya, anak pertama dari dua bersaudara ini mengaku mendapat larangan keras dari orangtuanya. Mereka menganjurkan dia agar mencari pekerjaan yang aman.</p>
<p>Riezka pun menuturkan jatuh dan bangunnya mencicipi aneka pekerjaan di sela-sela kuliahnya. Mulai dari menjadi anggota jaringan pemasaran alias multi level marketing (MLM), penjual pulsa telepon seluler, hingga menjajal bekerja di sebuah kafe. Dari sebagian menyisihkan penghasilan bekerjanya selama itulah, Riezka memulai usaha pisang ijo khas Makassar.</p>
<p>Tanggal 16 Maret 2009 menjadi momentum perjalanan wirausahanya. Riezka memang belum pernah ke Makassar, tetapi ketekunannya mencari penganan tradisional dan kemauannya untuk belajar memproduksi pisang ijo itulah menjadi modal dasarnya. Tanya-tanya resep pun terus dilakukannya.</p>
<p>Pisang dipandang sebagai bahan baku yang relatif murah dan selalu mudah diperoleh di pasar. Hanya dengan dibalut adonan tepung beras yang diberi warna hijau, sajian khas ini bisa mulai dipasarkan dengan nama tren Pisang Ijo.</p>
<p>Dari sanalah kreativitas Riezka bermunculan. Dari sajian pisang ijo orisinal, Riezka mengembangkannya dengan aneka rasa, seperti pisang ijo vanila, stroberi, coklat, dan durian. Semangkok pisang ijo yang disiram sedikit cairan fla yang gurih akan menjadi bertambah segar apabila ditambah pecahan es batu. Apalagi, kreativitasnya dilakukan dengan menambahkan serutan keju dan mesis coklat.</p>
<p><strong>Penghasilan tak terbatas<br />
</strong>Dorongan menjadi entrepreneur terjadi justru ketika Riezka membaca buku berjudul Cashflow Quadrant bahwa tidak ada karyawan yang bisa memperoleh penghasilan tak terbatas.<a href="http://www.ritelonline.com/images/pisang-ijo.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-969" title="pisang-ijo" src="http://www.ritelonline.com/images/pisang-ijo-300x230.jpg" alt="" width="300" height="230" /></a></p>
<p>Benarkah hipotesis tersebut? Riezka membuktikan lewat ketekunannya. ”Kalau orang atau setidaknya orangtua saya bekerja dari pagi hingga malam, untuk pada akhirnya mencari penghasilan, saya justru sebaliknya. Kita semestinya tidak bekerja mengejar penghasilan, tetapi biarlah uang mendatangi kita,” ujar Riezka yang akhirnya mewaralabakan usahanya itu.</p>
<p>Dari usaha kecilnya ini, Riezka membuka peluang berinvestasi dengan sistem waralaba. Alhasil, dari satu gerai, kini ada 10 pewaralaba pisang ijo yang tersebar, terutama di kota Bandung, Jawa Barat.</p>
<p>Pemilihan mitra pun dilakukan selektif karena visi yang diemban adalah ”Kepuasan konsumen adalah kepuasan kami. Kesuksesan mitra adalah kesuksesan kami.” Pemilihan gerai bukan sekadar melihat berkas yang diajukan calon mitra, apalagi uang waralaba yang disiapkan mitra.</p>
<p>Melalui penelitian lokasi pasar, Riezka berani mengambil keputusan diterima atau tidaknya seorang mitra. Dia pun memprediksi, besarnya potensi pasar terhadap produknya di lokasi tertentu.</p>
<p>”Sasarannya tetaplah mahasiswa. Karena itu, lingkungan kampus menjadi target lokasi,” kata Riezka.</p>
<p>Bersama sahabatnya, Erwin Burhanudin, Riezka membangun sistem waralaba. Mereka pun mengaku tidak ingin gegabah memperoleh sebanyak-banyaknya pewaralaba. Kapasitas produksi tetap harus menjadi acuan usahanya.</p>
<p>Cepat atau lambat, Riezka yang murah senyum kini sudah mulai menuai hasil. Enam karyawannya ikut bekerja keras menunjang usaha waralabanya dengan memproduksi sekitar 500 porsi setiap harinya.</p>
<p>Soal keuntungan, pokoknya sangat menggiurkan. Sebagai wirausaha muda yang berhasil masuk sebagai finalis tingkat nasional Wirausaha Muda Mandiri 2008, Riezka hanya berharap, setitik perjalanan hidupnya bisa memberikan napas kehidupan masyarakat sekitarnya. <strong><em>(kompas, 28112009)</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ritelonline.com/profil/riezka-pewaralaba-pisang-ijo.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Waralaba TEKNOS Genius</title>
		<link>http://www.ritelonline.com/gerai/waralaba-teknos-genius.html/</link>
		<comments>http://www.ritelonline.com/gerai/waralaba-teknos-genius.html/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 12:57:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Gerai]]></category>

		<category><![CDATA[belajar]]></category>

		<category><![CDATA[bimbingan]]></category>

		<category><![CDATA[genius]]></category>

		<category><![CDATA[lembaga]]></category>

		<category><![CDATA[teknos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ritelonline.com/?p=964</guid>
		<description><![CDATA[TEKNOS Genius adalah Lembaga Pendidikan Luar Sekolah yang bertujuan membantu usaha Pemerintah dalam bidang pendidikan kemasyarakatan dan melakukan usaha-usaha yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya turut serta dalam mencerdaskan bangsa di bidang Pendidikan dan Sosial.
TEKNOS Genius didirikan pada tanggal 11 Oktober 1982 bernaung dibawah Yayasan KARTIKA SURYA  dengan Akte No. 32-11/10/82.
TEKNOS Genius menawarkan waralaba Program Bimbingan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.ritelonline.com/images/teknos.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-965" title="teknos" src="http://www.ritelonline.com/images/teknos.jpg" alt="" width="172" height="213" /></a>TEKNOS Genius adalah Lembaga Pendidikan Luar Sekolah yang bertujuan membantu usaha Pemerintah dalam bidang pendidikan kemasyarakatan dan melakukan usaha-usaha yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya turut serta dalam mencerdaskan bangsa di bidang Pendidikan dan Sosial.</p>
<p>TEKNOS Genius didirikan pada tanggal 11 Oktober 1982 bernaung dibawah Yayasan KARTIKA SURYA  dengan Akte No. 32-11/10/82.</p>
<p>TEKNOS Genius menawarkan waralaba Program Bimbingan Belajar untuk siswa kelas 4-5-6 SD, 1-2-3 SMP, 1-2-3 SMA dengan Metode Belajar Genius Solution Bilingual Multimedia (GSBM) yang mengacu pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Depdiknas RI.</p>
<p>Selain itu TEKNOS Genius menawarkan waralaba kursus yang akan mendapat dukungan dana DEPDIKNAS RI (contoh: kursus bahasa, kursus wirausaha, Teknopreuneur).</p>
<p>Waralaba bimbingan belajar TEKNOS Genius meliputi :</p>
<p>*Biaya Initial Fee waralaba, adalah sebesar :      Rp. &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;     yang berlaku selama 5  (lima) tahun<br />
atau Rp. &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..      yang berlaku  SEUMUR HIDUP</p>
<p>*Royalti Fee, akan ditentukan kemudian</p>
<p>*Kami menyediakan kemudahan untuk pewaralaba baru,yaitu pemberian diskon khusus hingga 50 %.</p>
<p>Uraian lebih detil disampaikan dalam diskuai presentasi langsung dengan calon pewaralaba. Tempat ditentukan bersama.</p>
<p>Dukungan TEKNOS Genius untuk Pewaralaba Baru antara lain :<br />
*Pemberian izin dari TEKNOS Genius Pusat.<br />
*Konsultasi untuk menata ruang bimbingan belajar<br />
*Banner-banner digital untuk papan nama serta dekorasi ruangan<br />
*Penyiapan guru-guru dan staf manajemen (bersama denga pewaralaba baru)<br />
*Pelatihan untuk Guru dan Staf Manajemen<br />
*Penyiapan buku-buku modul untuk siswa dalam bentuk soft modul  (CD)<br />
*Supervisi bagi pewaralaba baru  3 (tiga) bulan pertama secara  intensif, dll.</p>
<p>Informarsi : A Lita Puspitasari (021) 709 55450</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ritelonline.com/gerai/waralaba-teknos-genius.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ayo, Bisnis Cuci Helm</title>
		<link>http://www.ritelonline.com/gerai/ayo-bisnis-cuci-helm.html/</link>
		<comments>http://www.ritelonline.com/gerai/ayo-bisnis-cuci-helm.html/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 12:53:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Gerai]]></category>

		<category><![CDATA[clean]]></category>

		<category><![CDATA[cuci]]></category>

		<category><![CDATA[fast]]></category>

		<category><![CDATA[helm]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ritelonline.com/?p=961</guid>
		<description><![CDATA[DI Indonesia bisnis ini belum banyak di geluti. Menurut survei, dari 100 orang, hanya 3 % orang yang tahu tentang adanya cucian helm dan mencucikannya.
Dari 93% pengendara motor/pemilik helm mengatakan :
*50 % Helm tidak pernah dicuci lebih dari 6 bulan
*20% Helm tidak pernah dicuci lebih dari 1,5 tahun
*10 % Helm dicuci secara manual (memerlukan waktu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.ritelonline.com/images/ekon-box_cuci_helm.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-962" title="ekon-box_cuci_helm" src="http://www.ritelonline.com/images/ekon-box_cuci_helm-300x204.jpg" alt="" width="300" height="204" /></a>DI Indonesia bisnis ini belum banyak di geluti. Menurut survei, dari 100 orang, hanya 3 % orang yang tahu tentang adanya cucian helm dan mencucikannya.</p>
<p>Dari 93% pengendara motor/pemilik helm mengatakan :<br />
*50 % Helm tidak pernah dicuci lebih dari 6 bulan<br />
*20% Helm tidak pernah dicuci lebih dari 1,5 tahun<br />
*10 % Helm dicuci secara manual (memerlukan waktu min 2 hari terutama untuk pengeringan)<br />
*5 % Helm ganti per tahun.<br />
*13 % Memakai Helm Proyek dan mengatakan harga mencuci lebih mahal dari harga helmnya yang dikisaran Rp 15,000-30.000<br />
*Belum mengetahui HELM PROYEK dilarang oleh POLANTAS</p>
<p>Satu tahun terakhir ini mulai bermunculan Jasa Cuci Helm ada yang menamakan Jasanya; Spa Helm, Salon Helm, Laundry Helm. Tarifnya beraneka ragam dari harga Rp 13.500 hingga Rp 60.000/helm.</p>
<p>Fast Clean hadir dengan KONSEP BERBEDA, yang mematahkan konsep-konsep bisnis cuci helm sebelumnya.</p>
<p>1. Mencuci tidak menggunakan air, melainkan melalui “Proses Dry Cleaning”. DIJAMIN TIDAK APEK, karena tidak menggunakan teknik pencucian basah (air)!</p>
<p>2. Menggunakan chemicals khusus “MAGIC HELMETS CLEANERS” yang bukan saja berhasil diatas 90% menghilangkan noda, melainkan dapat membunuh kuman/bakteri di dalam spon helm. Mencuci bukan hanya bagian luar.</p>
<p>3. Pencucian menggunakan teknik “Dry Clean”menggunakan “MAGIC HELMETS CLEANERS” bukan hanya membunuh bakteri dan membersihkan noda, melainkan dapat merawat helm.</p>
<p>4. Tidak mengeluarkan limbah cucian yang merusak ekosistem karena tidak ada sisa air cucian.</p>
<p>5.  FIRST CLASS SERVICES (100 % MANUAL PROCESSING). Pengerjaan Manual lebih teliti dan bersih terhadap helm anda, “Mesin tidak selalu menjadi Solusi dalam  bisnis pelayanan”</p>
<p>WARALABA FAST CLEAN HELMETS<br />
1. DIMENSI MESIN<br />
FAST CLEAN HELMETS menggunakan mesin pengering yang berdimensi hanya +/- : 10 centimeter X 5 centimeter X 15 centimeter. Dan mesin penyedot debu berdimensi +/-: 15 centimeter X 7 centimeter X 10 centimeter dan kedua mesin tersebut dapat dilipat. (COMPACT Machines). Daya Listrik Tidak Lebih Dari 900 Watt, untuk kedua mesin hanya memerlukan daya masing-masing 350 watt dan pemakaiannya tidak lebih dari 2 menit saja per helm.</p>
<p>2.  BERAT JENIS MESIN<br />
Dengan mesin pendukung yang “Compact” Praktis Total Berat Jenis Kedua Mesin Tidak lebih dari 4 Kg saja.</p>
<p>3.  INSTALASI<br />
Tidak perlu instalasi listrik dan air, karena mesin yang kami gunakan hanya disambungkan dengan kabel biasa.</p>
<p>4.  WAKTU PENGERJAAN<br />
Proses pengeringan helm memakan waktu +/- 2 menit , dan total waktu pengerjaan+/- 15 menit tergantung tingkat kekotoran. Tidak menggunakan air memastikan tidak adanya bau apek pada helm yang disebabkan helm tidak kering.(Proses PASTI KERING). Chemicals yang digunakan dalam proses pencucian juga mengandung disinfektan / anti bakteri.</p>
<p>5.  MOBILITAS<br />
Dengan spesifikasi mesin yang kami gunakan, anda bisa mencuci helm dimana saja, kapan saja, dan dapat disimpan dimana saja. Anda juga sangat memungkinkan menjalankan bisnis secara datang ketempat (Jasa Cuci Helm Panggilan) ataupun “Mobile”.</p>
<p>PAKET BISNIS CUCI HELM<br />
* 1 Set Starter Pack Chemicals<br />
- Magic Helmets Cleaners (untuk pemakaian +/- 170 unit Helmets)<br />
- Spotting Chemicals (untuk pemakaian +/- 750 unit Helmets)<br />
- Additional Chemicals (pengkilap batok, kaca, dan parfum anti bakteri) (untuk pemakaian +/- 1250 unit Helmets)</p>
<p>* PERKIRAAN INI DIKARENAKAN TERGANTUNG TINGKAT KEKOTORAN HELM YANG AKAN DICUCI<br />
* 1 Set  Paket Perlengkapan Cuci Helm:<br />
- Mesin Pengering<br />
- Mesin Penyedot Debu</p>
<p>* 1 Set Peralatan pendukung:<br />
- Obeng<br />
- Kuas<br />
- Sikat<br />
- Lap<br />
- Cube Spray<br />
- dll</p>
<p>* 1 Set Media Promosi:<br />
- Brosur/Flyer<br />
- Spanduk<br />
- Banner</p>
<p>* 1 Set Dokumen Pendukung:<br />
- Training Document<br />
- Takaran penggunaan chemicals<br />
- Customer Frequently Ask and Question<br />
- MSDS Chemicals ( Material Safety Data Sheet )<br />
- SOP ( Standard of Prochedure ) ” Magic Helmets Cleaners “<br />
- Safety Rules of Processing<br />
- 1 DVD Live Demo</p>
<p>PERINCIAN HARGA WARALABA<br />
FAST CLEAN HELMETS</p>
<p>TOTAL HARGA PAKET BISNIS Rp 1,800.000 ditambah WARALABA FEE Rp 50.000, dibayar per tahun dimuka Rp 600.000 ditambah ONGKOS KIRIM PAKET (Luar Jakarta) Rp 100.000</p>
<p>TOTAL MODAL USAHA : Rp 2.500.000</p>
<p>Cara Bergabung<br />
1. PILIH SALAH SATU Commerce Manager atau Marketing dibawah ini:<br />
(Marketing/Commerce Manager berguna dalam Asistensi atau tanya jawab, pilih yang yang cocok dengan anda dalam hal komunikasi, karena anda akan berkomunikasi dengan mereka selama anda menjalankan usaha ini, untuk masalah proses, strategi marketing, trouble shooting, dll )</p>
<p>COMMERCE MANAGER:<br />
1. Mr ZULFIKAR<br />
XL: 081905555845<br />
Smart: 088211017664</p>
<p>2. Mr. ULUNG ABADI<br />
XL: 08179901270<br />
Esia: 021-9191-5478<br />
IM2: 0815-7648972</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ritelonline.com/gerai/ayo-bisnis-cuci-helm.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Laundry on Kilo&#8217;s</title>
		<link>http://www.ritelonline.com/gerai/laundry-on-kilos.html/</link>
		<comments>http://www.ritelonline.com/gerai/laundry-on-kilos.html/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 12:43:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Gerai]]></category>

		<category><![CDATA[Jogja]]></category>

		<category><![CDATA[kiloan]]></category>

		<category><![CDATA[laundry]]></category>

		<category><![CDATA[sengon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ritelonline.com/?p=958</guid>
		<description><![CDATA[SETELAH berkiprah selama 13 tahun di laundry satuan serta sudah ada di 25 kota besar di Indonesia dan dibawah bendera PT Melia Pilar Utama maka MELIA Laundry mencoba untuk meramaikan pasar Laundry Kiloan.
Desakan dari para franchise yang sumber keuangannya tidak begitu besar tapi ingin bergabung dengan MELIA Laundry maka terciptalah suatu Laundry Kiloan yang sangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.ritelonline.com/images/logomeliakiloan.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-959" title="logomeliakiloan" src="http://www.ritelonline.com/images/logomeliakiloan.gif" alt="" width="256" height="76" /></a>SETELAH berkiprah selama 13 tahun di laundry satuan serta sudah ada di 25 kota besar di Indonesia dan dibawah bendera PT Melia Pilar Utama maka MELIA Laundry mencoba untuk meramaikan pasar Laundry Kiloan.</p>
<p>Desakan dari para franchise yang sumber keuangannya tidak begitu besar tapi ingin bergabung dengan MELIA Laundry maka terciptalah suatu Laundry Kiloan yang sangat berkelas karena dikerjakan oleh ahlinya “HARGA KAKI LIMA KUALITAS BINTANG LIMA“.</p>
<p>Pangsa pasar yang masih begitu besar dari kalangan ibu rumah tangga, mahasiswa, karyawan/wati dan belum tergarap dengan baik maka MELIA Laundry masuk di dalamnya.</p>
<p>Dengan sistem bahwa franchise bebas menggunakan namanya dan MELIA Laundry bertindak sebagai Pewaralaba, dimana system ini baru pertama kali di Indonesia untuk jenis usaha jasa laundry.</p>
<p>Berangkat dari hal tersebut diatas maka mulai bulan Oktober 2009 maka secara resmi program ini mulai diluncurkan sebagaimana tujuan kami, bahwa menjadikan usaha laundry sebagai bagian dalam kehidupan keluarga.</p>
<p>Paket Silver : Rp 85 juta<br />
Paket Gold : Rp 100 juta<br />
Paket Platinum : 140 juta</p>
<p><strong>Informasi Franchise :</strong><br />
Jl Sengon No 1, Janti<br />
Jogjakarta<br />
Telp. (0274) 74 33 100<br />
Fax. (0274) 488 656<br />
E-mail : meliaonkilo@yahoo.co.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ritelonline.com/gerai/laundry-on-kilos.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Iskandar Investment Changes Strategies</title>
		<link>http://www.ritelonline.com/berita/iskandar-investment-changes-strategies.html/</link>
		<comments>http://www.ritelonline.com/berita/iskandar-investment-changes-strategies.html/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 12:20:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[Change]]></category>

		<category><![CDATA[Investment]]></category>

		<category><![CDATA[Iskandar]]></category>

		<category><![CDATA[Malaysia]]></category>

		<category><![CDATA[Strategies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ritelonline.com/?p=955</guid>
		<description><![CDATA[ISKANDAR Investment Bhd (IIB) is changing its strategies to drive investment into Iskandar Malaysia in view of the changing global economic landscape. Khazanah Nasional Bhd has a 60% stake in IIB with the Employees Provident Fund (EPF) and Kumpulan Prasarana Rakyat Johor (KPRJ) each holding a 20% equity.
President and chief executive officer Arlida Ariff talks [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ISKANDAR Investment Bhd (IIB) is changing its strategies to drive investment into Iskandar Malaysia in view of the changing global economic landscape. Khazanah Nasional Bhd has a 60% stake in IIB with the Employees Provident Fund (EPF) and Kumpulan Prasarana Rakyat Johor (KPRJ) each holding a 20% equity.</p>
<p>President and chief executive officer Arlida Ariff talks about IIB’s role.</p>
<p>SBW: How would you rate IIB success over the last three years in attracting investment into Iskandar?</p>
<p>Arlida: We have progressed quite well despite the global economic slowdown.</p>
<p>We do have the capacity in terms of financial resources with the strong backing from Khazanah, EPF and KPJ and the manpower resources to proceed with our agenda.</p>
<p>Last year, we signed two new agreements – the first, is a joint-venture project with WCT Bhd to develop 1Medini (the first residential development in Medini.) The other one is with Marlborough College from Britain to set up a private college at our EduCity catering for local and international students between the ages of five and 18 from the region. <a href="http://www.ritelonline.com/images/iskandar.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-956" title="iskandar" src="http://www.ritelonline.com/images/iskandar.jpg" alt="" width="300" height="213" /></a></p>
<p>Construction work on both with total gross development value (GDV) of RM650mil starts next month and both projects are scheduled for completion within the next two to three years. This is WCT’s first foray into Johor.</p>
<p>WCT is strong in construction in Selangor but not in development, so this is something new to them. We hope our partnership with the company will open doors of opportunities for us to work together with other local companies which are not in Iskandar yet. IIB is looking for both foreign and local investors to contribute to the success of Iskandar.</p>
<p>The frequent change of the Iskandar Regional Development Authority (Irda) CEO within three years lends a wrong impression to local and foreign investors, don’t you think?</p>
<p>An organisation is larger than the individual. Shareholders of Iskandar have to work closely with Irda as there are other economic growth regions in Malaysia and in other parts of the world that we are competing with to attract investors. It is not an easy task. Development is bigger than a person, discerning investors don’t care who the person is. They want good returns. That is the objective of Iskandar.</p>
<p>What are your plans for 2010?</p>
<p>We will announce joint-venture projects with new partners this year. Our focus will be closer to home. We are looking at countries in Southeast Asia – Singapore. Indonesia, China and India. Investors from these countries could become our partners in development projects or they could be buyers of our residential and commercial properties, or tenants for the retail project. We are keeping our options open.</p>
<p>We will still look at investors from Europe and the Middle East. Money can come from everywhere. We are a strategic developer and our main role is to drive commercial initiatives within the 2,217 sq km in Iskandar via joint venture or contribution of land. But, whatever investments we bring into Iskandar have to benefit the state and country.</p>
<p>Prospects are good in education, leisure, tourism and health services, especially education and health, as these are two segments that are least affected during an economic crisis.</p>
<p>We have EduCity with institutions to cater for education needs from primary up to university level in the fields of medicine, hospitality, engineering and maritime. For leisure and tourism, there are Legoland in Medini and the Indoor Theme Park @ Puteri Harbour opening in 2012.</p>
<p>We hope to bring in new retail brands.</p>
<p>As a Khazanah-backed entity, do you think that IIB is in a better position to attract investors to Iskandar?</p>
<p>Yes, but we have to prove that we are able to perform and deliver. Being a Khazanah-backed entity does not mean we have the luxury of doing work at our own whims and fancy. We are still answerable to the Government and our shareholders. We are actually responsible to all Malaysians. Iskandar is a national interest project and the first economic corridor to be launched in the country.</p>
<p>Our main asset is our land bank; currently we have about 1,618.74ha, mostly in Nusajaya which we have not developed.</p>
<p>We have already committed about 902.44ha for Medini of which 26.30ha is for Legoland and 1.25ha for WCT’s 1Medini, and about 1,200ha for Iskandar Waterfront Development, a joint-venture waterfront project with Danga Bay and KPRJ.</p>
<p>Apart from the property development, we are going to set up a unit this year to provide ancillary support services for property management, IT services, educational, tourism and environmental.</p>
<p>We don’t just want to develop a piece of land and hand over the project on completion. We want to ensure our projects are well maintained and managed in years to come, especially in 2012 when Legoland and NUMed @ EduCity are completed and operational.</p>
<p>What are the things you will consider before embarking on a project with an investor?</p>
<p>We will do a feasibility study to see whether there is market for such products or services and its viability.There is no point of having a good master plan but no software or necessary resources to translate the project into reality.</p>
<p>Another thing is the partnership and what they have to offer. When we started EduCity, there were other universities that wanted to set up their medical faculty here. We chose Britain’s Newcastle University. Apart from being among the top five medical universities in Britain, a survey by graduating doctors rated the university among the top three in preparing them to work in the real world.</p>
<p>The university is bringing 20 personnel to Iskandar in the initial years of operations as Malaysia doesn’t have enough lecturers and professionals in the medical services to train undergraduates. The same goes for the setting up of a specialist medical centre in Danga Bay Waterfront Development precinct. We want to have an with a strong brand name to run it. Under the Danga Bay Waterfront masterplan, residents will total more than 60, 000 and when you reach the 25,000 mark, you need a medical facility. Public hospital Sultanah Aminah is nearby but we also need a private medical centre and one name that pops up is KPJ Healthcare Bhd. Another key point is funding. No matter how viable the projects are, we will only proceed with partners who can put us in a good position to get funding. (zaza@thestar.com.my/23011010)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ritelonline.com/berita/iskandar-investment-changes-strategies.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Travels Inspire Handbag Designer</title>
		<link>http://www.ritelonline.com/profil/travels-inspire-handbag-designer.html/</link>
		<comments>http://www.ritelonline.com/profil/travels-inspire-handbag-designer.html/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 12:16:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Profil]]></category>

		<category><![CDATA[ally losness]]></category>

		<category><![CDATA[business]]></category>

		<category><![CDATA[design]]></category>

		<category><![CDATA[favorite]]></category>

		<category><![CDATA[handbag]]></category>

		<category><![CDATA[travel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ritelonline.com/?p=951</guid>
		<description><![CDATA[ALLY Losness had a dream. She would graduate from the University of San Diego with a degree in communications and get a high-powered corporate job.
Out of college, she became the marketing and communications specialist for a company in San Diego.
But the job wasn&#8217;t what she expected or trained for. Plus, she never knew when she [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.ritelonline.com/images/ally-losness1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-952" title="ally-losness1" src="http://www.ritelonline.com/images/ally-losness1-90x90.jpg" alt="" width="90" height="90" /></a>ALLY Losness had a dream. She would graduate from the University of San Diego with a degree in communications and get a high-powered corporate job.</p>
<p>Out of college, she became the marketing and communications specialist for a company in San Diego.</p>
<p>But the job wasn&#8217;t what she expected or trained for. Plus, she never knew when she could see her boyfriend at the time, pro surfer and globetrotter Mike Losness.</p>
<p>He would invite her to accompany him to places such as Bali or Egypt &#8220;but I wasn&#8217;t just going to follow him,&#8221; said Ally Losness, 25, who married him last year. &#8220;I wanted to go on my own terms.&#8221;</p>
<p>Those terms became clear on a trip to Vietnam in 2007 - she would design, make and sell her own handbags inspired by her travels.</p>
<p>Her label, Moda Viajando, means &#8220;traveling fashion&#8221; in Spanish, a subject Losness studied in college.</p>
<p>She uses canvas, leather and snakeskin and is favoring prints such as ikat and tie-dye. Most retail for less than $100, and most are clutches.</p>
<p><strong>No size worries</strong><br />
&#8220;Bags are so great. Anybody can wear them. There&#8217;s no sizes,&#8221; Losness said. &#8220;If you&#8217;re having a fat day or a gross day, you can throw on a cute bag and feel great.&#8221;</p>
<p>She considers clutches an easy way to &#8220;punch up&#8221; an outfit and doesn&#8217;t mind the lack of convenience; most have an optional shoulder or wrist strap.</p>
<p>But Losness also likes to keep on trend, too. Her next collection will likely include pouch bags, which were seen on the runways for spring.</p>
<p>&#8220;I&#8217;m a little bohemian with an edge of preppy,&#8221; she said. &#8220;It&#8217;s a conflicting style because I&#8217;m exposed to so many.&#8221;<a href="http://www.ritelonline.com/images/ally-losness.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-953" title="ally-losness" src="http://www.ritelonline.com/images/ally-losness-300x230.jpg" alt="" width="300" height="230" /></a></p>
<p>Despite having the penmanship of a &#8220;2-year-old boy,&#8221; Losness sketches her designs and takes them with her to Bali, Indonesia, where her bags are made. She selects fabrics and has samples made before she decides what to produce for sale.</p>
<p>&#8220;I think proportions will make or break a bag,&#8221; she said. &#8220;You can change something by 2 inches and it&#8217;ll give it the look.&#8221;</p>
<p>Losness enjoys the business side of what she does, too.</p>
<p>One of her favorite tasks is picking up her boxes, containing a couple thousand of her bags, from the airport after returning from Bali. Alongside crews of burly men with cargo trucks, she&#8217;ll be accompanied with just her husband or her dad and perhaps a Suburban to carry the merchandise home. <em><strong>(www.newsobserver.com/25012010/Moda Viajando styles are sold at modaviajando.com/)</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ritelonline.com/profil/travels-inspire-handbag-designer.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Okeshop Tambah Cabang</title>
		<link>http://www.ritelonline.com/berita/okeshop-tambah-cabang.html/</link>
		<comments>http://www.ritelonline.com/berita/okeshop-tambah-cabang.html/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2010 13:33:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[cabang]]></category>

		<category><![CDATA[ellianah setiady]]></category>

		<category><![CDATA[juliana samudro]]></category>

		<category><![CDATA[kota]]></category>

		<category><![CDATA[lima]]></category>

		<category><![CDATA[nokia]]></category>

		<category><![CDATA[okeshop]]></category>

		<category><![CDATA[Pasar]]></category>

		<category><![CDATA[trikomsel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ritelonline.com/?p=949</guid>
		<description><![CDATA[PERUSAHAAN Perusahaan ritel telepon selular PT Trikomsel Oke Tbk pemegang merek OkeShop, akan membuka lima kantor cabang baru sebagai pusat distribusi di lima kota yakni Bandung, Sumedang, Karawaci, Kudus, dan Purwokerto, Januari- Maret 2010.
Pembukaan kantor cabang tersebut untuk memperkuat layanan dan penjualan, seiring dengan pertumbuhan gerai perusahaan itu. Pada 2010 perusahaan itu menargetkan pertumbuhan penjualan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PERUSAHAAN Perusahaan ritel telepon selular PT Trikomsel Oke Tbk pemegang merek OkeShop, akan membuka lima kantor cabang baru sebagai pusat distribusi di lima kota yakni Bandung, Sumedang, Karawaci, Kudus, dan Purwokerto, Januari- Maret 2010.</p>
<p>Pembukaan kantor cabang tersebut untuk memperkuat layanan dan penjualan, seiring dengan pertumbuhan gerai perusahaan itu. Pada 2010 perusahaan itu menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 20 persen dan penambahan sekitar 200 gerai, sehingga menjadi sekitar 1.000-an gerai tahun ini.</p>
<p>&#8220;Pembukaan cabang itu berdasarkan pada pertimbangan potensi pelanggan. potensi pasar di Kudus cukup besar, lebih dari 100 gerai, dan konsumen langsungya juga banyak. Selain itu daya belinya cukup tinggi,&#8221; Ellianah Setiady, Direktur Operasional PT Trikomsel.</p>
<p>Apalagi, tahun ini pasar telekomunikasi akan mengalami perbaikan signifikan dibanding tahun sebelumnya.</p>
<p>Menurut Ellianah, Indonesia baru kembali  pulih dari krisis, dan saat ini ekonomi nasional memiliki landasan yang makin kuat, yang terlihat dari penguatan nilai tukar rupiah dan IHSG (indeks harga saham gabungan) yang makin tinggi, serta sektor riil yang mulai bergerak seiring turunnya suku bunga.</p>
<p>Untuk menyambut naiknya pertumbuhan tersebut pihaknya kini tengah menyiapkan diri dengan memperbaiki infrastruktur dan tenaga pemasaran.</p>
<p>Saat ini,  Trikomsel memiliki 30 PoD (pusat distribusi) yang bisa mengakses ke-145 kota di Indonesia dan mengembangkan jaringan usaha pendistribusian ponsel (telepon seluler) hingga jasa layanan telekomunikasi.</p>
<p>Awal 2000 OkeShop memiliki dan mengelola 40 gerai. Pada 2004 jumlahnya bertambah hingga 400 gerai, dan menjadi 564 gerai pada 2006,  kemudian 2008 meningkat lagi menjadi 808 gerai tersebar di 141 kota. Dalam tahun 2010 perusahaan itu menargetkan pengembangan Oke Shop mencapai sekitar 1.000 gerai dan tersebar di 225 kota.</p>
<p>Senior VP Corporate Service Division Trikomsel, Juliana Samudro, menambahkan sebagai salah satu distributor resmi Nokia, ia mengakui maraknya pemakaian Blackberry (BB) berpengaruh terhadap penjualan ponsel Nokia, meskipun tidak terlalu besar.</p>
<p>&#8220;Kalau pun mengikis pangsa pasar, angkanya tidak lebih dari lima persen. Karena yang mengalami pergeseran hanya di segmen atas, yang persentasenya tidak lebih dari 10 persen,&#8221; katanya.</p>
<p>Juliana optimistis pangsa pasar Nokia yang saat ini berkisar 57-58  persen tidak akan mengalami penurunan berarti. <strong><em>(antara/15012010)<br />
</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ritelonline.com/berita/okeshop-tambah-cabang.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Angkat Tangan Soal Izin</title>
		<link>http://www.ritelonline.com/berita/angkat-tangan-soal-izin.html/</link>
		<comments>http://www.ritelonline.com/berita/angkat-tangan-soal-izin.html/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2010 13:29:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[Cecep Surachman]]></category>

		<category><![CDATA[cimahi]]></category>

		<category><![CDATA[izin]]></category>

		<category><![CDATA[Perda]]></category>

		<category><![CDATA[PPTSP]]></category>

		<category><![CDATA[supermarket]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ritelonline.com/?p=947</guid>
		<description><![CDATA[PUSAT Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PPTSP) tidak akan menghentikan perizinan bagi supermarket dan minimarket baru di Kota Cimahi, meskipun DPRD Kota Cimahi meminta penghentian perizinan tersebut.
Kepala PPTSP Kota Cimahi Cecep Surachman, mengatakan, penghentian izin tersebut tidak bisa dilakukan lantaran tidak ada aturannya di dalam Perda yang mengatur pengelolaan pasar yakni Perda No7 tahun 2007.
DPRD Kota [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PUSAT Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PPTSP) tidak akan menghentikan perizinan bagi supermarket dan minimarket baru di Kota Cimahi, meskipun DPRD Kota Cimahi meminta penghentian perizinan tersebut.</p>
<p>Kepala PPTSP Kota Cimahi Cecep Surachman, mengatakan, penghentian izin tersebut tidak bisa dilakukan lantaran tidak ada aturannya di dalam Perda yang mengatur pengelolaan pasar yakni Perda No7 tahun 2007.</p>
<p>DPRD Kota Cimahi meminta kepada pihak eksekutif dalam pembahasan Raperda Penataan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern menyatakan ada 50 persen supermarket dan minimarket di Kota Cimahi yang tidak berizin.  DPRD Kota Cimahi mendesak supaya perizinan terhadap supermarket dihentikan sementara waktu.</p>
<p>&#8220;Di dalam Perda juga tidak ada ketentuan untuk mengentikan segala bentuk perizinan. Kalaupun itu nantinya di atur di dalam Raperda yang baru, tidak boleh bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi yakni Perpres No.112 tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.</p>
<p>Cecep menyampaikan, pendapatan asli daerah (PAD) dari proses izin pendirian supermarket dan minimarket sangat kecil. Dari proses perizinan seperti Izin Undang-undang Gangguan/Hinder Ordonantie (HO), Izin Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), sambung dia, paling besar dikenai biaya Rp 500.000 sampai Rp600.000.</p>
<p>Jumlah itu, dihasilkan dari satu izin pendirian supermarket dan minimarket. Spesifikasinya, kata Cecep, untuk HO biaya yang dikenakan tergantung luas bangunan. Nilainya sendiri yakni Rp 400/m2. Sedangkan untuk izin TDP maksimal sebesar Rp 100.000 dan untuk SIUP maksimal Rp 150.000.</p>
<p>Namun, Cecep mengemukakan, proses perizinan ini memang tidak difokuskan kepada PAD Kota Cimahi, melainkan berfokus kepada pengendalian. Pihaknya juga membenarkan bahwa izin pendirian minimarket memang hanya kepada pemilik tempat atau rumah.</p>
<p>&#8220;Paling banyak usaha waralaba memang minimarket. Kini ada 51 minimarket tercatat sudah mengantongi izin di PPTSP. Namun karena manajemennya bersifat waralaba kesepakatan perizinan memang sebatas pemilik rumah dengan manajemen perusahaan minimarket,&#8221; kata Cecep. &#8220;Sehingga sharing profit terjadi antara pemilik rumah dan manajemen minimarket.&#8221;</p>
<p>Kepala Seksi Perencanaan dan Pelaporan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Cimahi Ero Kusnadi, mengatakan, hingga saat ini memang belum ada regulasi yang mengatur penataan minimarket.Dengan demikian, untuk retribusi pajak, pihaknya hanya menarik wajib pajak (WP) untuk reklame dan retribusi parkir di minimarket.</p>
<p>Pengaturan yang ada saat ini, katanya, baru sebatas pengelolaan pasar secara global yang tertuang di dalam Perda No7 tahun 2007. &#8220;Untuk PAD dari pengelolaan pasar yang terdata di Dispenda di Kota Cimahi, sejauh ini masih dari pasar tradisional dan itupun nominalnya kecil,&#8221; katanya.</p>
<p>Di tahun 2009 PAD yang didapat dari retribusi pelayanan pasar dan keamanan hanya Rp290.367.650 dari target sebesar Rp 284.177.500. <em><strong>(antara/20012010)</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ritelonline.com/berita/angkat-tangan-soal-izin.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Prinsipnya, Tak Minder</title>
		<link>http://www.ritelonline.com/profil/prinsipnya-tak-minder.html/</link>
		<comments>http://www.ritelonline.com/profil/prinsipnya-tak-minder.html/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 13:06:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Profil]]></category>

		<category><![CDATA[2009]]></category>

		<category><![CDATA[APEA]]></category>

		<category><![CDATA[perkakas]]></category>

		<category><![CDATA[PT Pazia Pillar Mercycom]]></category>

		<category><![CDATA[sulistiyawati]]></category>

		<category><![CDATA[teknologi industri]]></category>

		<category><![CDATA[yuliasiane]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ritelonline.com/?p=942</guid>
		<description><![CDATA[TiDAK mudah menjadi seorang pengusaha di industri teknologi industri yang sukses, karena persaingan di sektor ini cukup tinggi. Kendati begitu, Yuliasiane Sulistiyawati berhasil membuktikan diri menjadi salah satu pengusaha TI terbaik di Indonesia.
Kini Yuliasiane Sulistiyawati bisa tersenyum bangga. PT Pazia Pillar Mercycom, perusahaan distributor perkakas teknologi informasi (TI) yang dia bangun beberapa tahun silam, mampu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.ritelonline.com/images/yuliasiane.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-943" title="yuliasiane" src="http://www.ritelonline.com/images/yuliasiane.jpg" alt="" width="145" height="144" /></a>TiDAK mudah menjadi seorang pengusaha di industri teknologi industri yang sukses, karena persaingan di sektor ini cukup tinggi. Kendati begitu, Yuliasiane Sulistiyawati berhasil membuktikan diri menjadi salah satu pengusaha TI terbaik di Indonesia.</p>
<p>Kini Yuliasiane Sulistiyawati bisa tersenyum bangga. PT Pazia Pillar Mercycom, perusahaan distributor perkakas teknologi informasi (TI) yang dia bangun beberapa tahun silam, mampu menyabet segudang prestasi.</p>
<p>Sebagai contoh, penghargaan terakhir yang dia peroleh adalah Outstanding Entrepreneur Award. Penghargaan ini diberikan dalam ajang The Asia Pacific Entrepreneurship Awards (APEA) 2009 yang diselenggarakan Enterprise Asia.</p>
<p>Sebelumnya, wanita cantik yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur Pazia ini juga pernah meraih berbagai penghargaan lain. Sebut saja Service Entrepreneur of the Year 2009, The Best Entrepreneur of the Year 2009, The Most Promising Entrepreneur, dan lain-lain.</p>
<p>Padahal, jauh sebelumnya, Yuliasiane harus berjuang keras ketika memulai usaha. Dia ingat betul betapa sulit merintis bisnis yang bergerak di industri teknologi informasi. “Persaingan di bisnis ini sangat ketat. Harus ada strategi khusus untuk memenangi pasar,” jelas Yuliasiane.</p>
<p>Sekadar informasi, Yuliasiane memulai usaha pada tahun 2004. Waktu itu, dia memulai bisnisnya dengan menjadi distributor monitor LCD Acer di sebuah kantor kontrakan kecil di Jakarta. Modalnya pun hanya berupa beberapa perangkat komputer dan telepon. Selain itu, dia hanya dibantu lima orang karyawan. “Meskipun modal terbatas, itu tak membuat kami minder,” katanya sambil tersenyum.</p>
<p>Berbekal ilmu komputer dari Universitas Bina Nusantara dan magister manajemen ilmu pemasaran dan keuangan dari Univeritas Pelita Harapan dengan status cum laude, dia mulai menetapkan arah bisnis perusahaan kecilnya. Banyak hambatan yang dia hadapi di masa awal usaha. Salah satunya adalah persaingan ketat.</p>
<p>Oleh karena itu, pada masa-masa awal berbisnis, Yuliasiane hanya menargetkan penjualan 200 unit LCD monitor Acer per bulan. “Waktu itu, target tersebut terlihat muluk dan sangat sulit dicapai,” ujar dia mengenang masa lalu.</p>
<p>Meski sulit, bukan berarti target itu tak bisa diraih. Dengan kerjasama tim, target penjualan perusahaan berhasil terpenuhi. Prestasi ini tak terlepas dari strategi Yuliasiane dalam memasarkan produk. Selain memotivasi para karyawan, dia juga tak segan-segan melakukan kerjasama dengan partner bisnis yang lain.</p>
<p>Perlahan tapi pasti, target penjualan yang dia tetapkan berhasil tercapai. Hingga akhirnya, penjualan Pazia bisa mengalami peningkatan ke angka 400 unit per bulan. “Bahkan, pada tahun kedua penjualan kami berhasil mencapai angka 20.000 unit,” ceritanya.</p>
<p>Prestasi penjualan itu membuat Pazia Pillar disegani. Pada tahun 2005, perusahaan ini ditunjuk sebagai distributor resmi notebook Acer. Kepercayaan Acer tidak disia-siakan oleh Yuliasiane. Dia membuktikannya dengan menjadi perusahaan distributor nomor satu dalam penjualan notebook di Indonesia selama empat tahun berturut-turut. “Kami optimistis, tahun ini akan menjadi tahun kelima kami,” jelas dia.</p>
<p>Sukses dengan Acer, Pazia mulai melirik peluang menjadi distributor perusahaan TI lain, yakni Samsung. Kerjasama dengan pihak Samsung dimulai pada tahun 2007. Hebatnya, dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, Pazia berhasil menaikkan pangsa pasar Samsung di Indonesia, dari sebelumnya 2% menjadi 30%.</p>
<p>Tak ayal, prestasi tersebut mengantarkan Pazia mendapat kan penghargaan sebagai Pemberi Kontribusi Terbaik dalam usaha Samsung.</p>
<p>Kesuksesan Pazia memang tidak terjadi begitu saja. Yuliasiane sempat membocorkan beberapa rahasia suksesnya. Diantaranya, dia tak pernah ragu menelurkan inovasi-inovasi baru untuk meningkatkan brand awareness konsumen.</p>
<p>“Untuk yang satu ini, saya kerap mengadakan kegiatan-kegiatan yang mampu mengangkat citra perusahaan,” imbuhnya. Sebagai contoh, selama tahun 2006 hingga 2008, Pazia menggelar Kompetisi Hacker Nasional Pazia dan Say No to Drug with Samsung Laser Printer. “Dua ajang ini berhasil mendapatkan penghargaan dari MURI juga, lo,” katanya.</p>
<p>Ada alasan tertentu mengapa ibu dua anak tersebut memilih memasarkan kedua merek ini. “Potensi dari merek-merek terkenal, seperti Acer dan Sam-sung, di pasar lokal dan internasional sudah tidak diragukan lagi,” jelasnya.</p>
<p>Nah, kini, Pazia sudah menjadi perusahaan besar. Karyawannya pun berkembang biak menjadi puluhan orang. Dalam pengembangan bisnisnya, Pazia juga bermitra dengan 50 distributor utama produk notebook Acer, monitor LCD Samsung, printer dan proyektor Samsung di seluruh Indonesia. <strong><em>(kontan.co.id/04012010)</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ritelonline.com/profil/prinsipnya-tak-minder.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Komunitas Internet Seluler Indonesia</title>
		<link>http://www.ritelonline.com/komunitas/komunitas-internet-seluler-indonesia.html/</link>
		<comments>http://www.ritelonline.com/komunitas/komunitas-internet-seluler-indonesia.html/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 13:02:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>

		<category><![CDATA[chatting]]></category>

		<category><![CDATA[internet]]></category>

		<category><![CDATA[iqbal]]></category>

		<category><![CDATA[komptuer]]></category>

		<category><![CDATA[mig33]]></category>

		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ritelonline.com/?p=939</guid>
		<description><![CDATA[PERGAULAN di dunia maya sudah menjadi tren. Asal memiliki akses internet, siapa saja dapat berkomunikasi dengan orang lain tanpa perlu bertemu secara fisik, dengan biaya murah. Komputer juga bukan syarat mutlak. Telepon genggam bisa menjadi pilihan fasilitas lain untuk ber-chatting ria.
Ada komunitas baru di kalangan para pengakses internet yang memanfaatkan fasilitas telepon genggam. Namanya Komunitas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.ritelonline.com/images/internet.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-940" title="internet" src="http://www.ritelonline.com/images/internet-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>PERGAULAN di dunia maya sudah menjadi tren. Asal memiliki akses internet, siapa saja dapat berkomunikasi dengan orang lain tanpa perlu bertemu secara fisik, dengan biaya murah. Komputer juga bukan syarat mutlak. Telepon genggam bisa menjadi pilihan fasilitas lain untuk ber-chatting ria.</p>
<p>Ada komunitas baru di kalangan para pengakses internet yang memanfaatkan fasilitas telepon genggam. Namanya Komunitas Internet Seluler Indonesia. Adalah Muhammad Iqbal dan dua temannya yang membentuk komunitas unik tersebut sejak Oktober 2009 lalu.</p>
<p>Menjelaskan asal muasal komunitas ini, Iqbal bilang, awalnya mereka tergabung dalam komunitas yang bernama mig33. Komunitas mig33 dibentuk dari kumpulan para anggota pengguna aplikasi mig33, yakni peranti lunak (software) gratis untuk ber-chatting ria lewat telepon genggam, yang merupakan kombinasi dari Yahoo Messenger (YM), MSN, dan AOL Instant Messenger (AIM).</p>
<p>Jumlah pengguna mig33 sudah mencapai 6 juta orang. Karena banyak penggunanya, hampir seluruh operator GSM dan CDMA di Indonesia mendukung registrasi di mig33.</p>
<p>Selama tergabung dalam mig33, Iqbal sadar, banyak pengguna internet yang menggunakan peranti chat lain. Sebutlah eBuddy atau situs jejaring sosial seperti facebook dan twitter.</p>
<p>Nah, demi mengakomodasi para pengguna software yang lain inilah, Iqbal dan kedua temannya memutuskan membentuk komunitas yang lebih umum. Dari sini, lahirlah Komunitas Internet Seluler Indonesia yang akhirnya menjadi komunitas dunia maya terbesar di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Memang kebanyakan anggota komunitas ini berasal dari komunitas mig33, tapi kita juga punya anggota dari pengguna peranti lunak lain,&#8221; jelas Iqbal yang juga merupakan Ketua I Komunitas Internet Seluler Indonesia.</p>
<p>Mereka yang berminat bergabung di komunitas ini sudah tentu harus memiliki account aplikasi internet seluler seperti mig33 atau eBuddy dan lainnya. Setelah itu barulah komunikasi dan sosialisasi dapat terjalin.</p>
<p>Iqbal menilai, cara bersosialisasi melalui chatting di dunia maya jauh lebih mudah karena tidak perlu bertatap muka. Meski begitu, ide-ide yang muncul tetap dapat langsung tersampaikan. &#8220;Yang jelas silaturahmi dan komunikasi dengan saling menyebar informasi lewat internet di ponsel dapat berjalan,&#8221; ujar Iqbal.</p>
<p>Tak sekadar bertemu dan berkomunikasi di antara para pengguna internet seluler, wadah ini ternyata juga memiliki agenda lain. &#8220;Kita ingin menunjukkan bahwa dunia maya itu ada sisi positifnya. Kami menampilkan sisi lain dari dunia maya itu sendiri,&#8221; kata pendiri Komunitas Internet Seluler Indonesia sekaligus Humas Komunitas ini Rahmat Suhendar.</p>
<p>Hal ini, lanjut Iqbal, sejalan dengan visi komunitas, yakni menciptakan generasi muda internet seluler yang kreatif, sehat, dan berjiwa sosial. Misi lain adalah memperkuat jaringan komunikasi generasi muda internet seluler serta mengembangkan kreativitas generasi muda di Indonesia.</p>
<p>Karena memiliki jumlah anggota yang demikian banyak, komunitas ini harus menggelar acaranya secara akbar. &#8220;Tapi, biasanya tiap-tiap daerah atau wilayah sering mengadakan acara sendiri. Seperti bakti sosial, penyuluhan anti narkoba, lingkungan hidup, dan juga pelatihan motivasi,&#8221; ungkap Iqbal.</p>
<p>Acara akbar yang baru saja mereka lakukan adalah &#8220;Kopdar Indonesia 2009&#8243;. Acara ini mereka gelar pada tanggal 20 Desember 2009 lalu. Ini merupakan ajang silaturahmi anggota Komunitas Internet Seluler Indonesia dari seluruh wilayah.</p>
<p>Iqbal memperkirakan, di masa mendatang, anggota komunitasnya akan terus bertambah. Mereka biasanya berasal dari berbagai latar belakang sosial dan pekerjaan. Meskipun demikian, biasanya mereka memiliki satu kesukaan yang sama, yakni ber-chatting ria lewat dunia maya. <strong><em>(kontan.co.id/08012010)</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ritelonline.com/komunitas/komunitas-internet-seluler-indonesia.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Aplikasi Mirip BlackBerry</title>
		<link>http://www.ritelonline.com/pernik/aplikasi-mirip-blackberry.html/</link>
		<comments>http://www.ritelonline.com/pernik/aplikasi-mirip-blackberry.html/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 12:55:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pernik]]></category>

		<category><![CDATA[Aplikasi]]></category>

		<category><![CDATA[APN]]></category>

		<category><![CDATA[BlackBerry]]></category>

		<category><![CDATA[social networking]]></category>

		<category><![CDATA[Tarif Miring]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ritelonline.com/?p=936</guid>
		<description><![CDATA[TAK hanya bentuk dan tampilan yang mirip BlackBerry. Kalau mempunyai ponsel &#8220;Berry-Berry&#8221;, Anda juga bisa menikmati fitur-fitur seperti BlackBerry beneran dengan tarif lebih miring.
Hal itu bisa terjadi berkat mobile community network bikinan Mobinity.net. Ini merupakan aplikasi berkemampuan lengkap dan dilengkapi Access Point Name (APN) khusus. Menurut pengembang Mobinity Kendro Hendra, pengguna internet di Indonesia, baik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TAK hanya bentuk dan tampilan yang mirip BlackBerry. Kalau mempunyai ponsel &#8220;Berry-Berry&#8221;, Anda juga bisa menikmati fitur-fitur seperti BlackBerry beneran dengan tarif lebih miring.</p>
<p>Hal itu bisa terjadi berkat mobile community network bikinan Mobinity.net. Ini merupakan aplikasi berkemampuan lengkap dan dilengkapi Access Point Name (APN) khusus. Menurut pengembang Mobinity Kendro Hendra, pengguna internet di Indonesia, baik via ponsel ataupun PC menyukai social networking. <a href="http://www.ritelonline.com/images/bb.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-937" title="bb" src="http://www.ritelonline.com/images/bb.jpg" alt="" width="280" height="246" /></a></p>
<p>Dan Indonesia selalu menempati peringkat 10 besar dalam menggunakan aplikasi gaul, seperti Mig33, Friendster, Facebook, atau mesin pencari Yahoo dan Google. &#8220;Dengan Mobinity, ponsel China tidak akan menanggung beban berat ketika digunakan untuk mengakses jejaring sosial tadi,&#8221; kata Kendro yang juga Presiden Direktur InTouch.</p>
<p>Lantaran tak perlu membayar lisensi platform khusus seperti ke Research in Motion (RIM) - produsen BlackBerry, biaya pun bisa ditekan. Apalagi, Mobinity asli buatan Indonesia, jadi tidak ada ongkos dalam dollar Amerika Serikat (AS). Alhasil, Mobinity mengenakan tarif Rp 500 per hari, Rp 5.000 per minggu, atau Rp 15.000 per bulan, tidak termasuk ongkos browsing.</p>
<p>Lebih murah ketimbang tarif AXIS Worry Free Mail dan Friend Rp 3.000 per hari dan Rp 20.000 per minggu . Aplikasi Mobinity cukup komplet dan mirip BlackBerry. Malah, saat mengakses Facebook. &#8220;BlackBerry tidak bisa langsung menyimpan foto ke ponsel, Mobinity bisa,&#8221; kata Kendro. Kalau ingin browsing gratis, Anda bisa mengakses Mobinews yang menghadirkan beberapa portal populer.</p>
<p>Pelanggan juga bisa menjadi wartawan dengan mengirimkan gambar, laporan lisan, dan tulisan ke Mobinity. Bagaimana dengan push email. Menurut Kendro, fasilitas ini membutuhkan teknologi dan infrastruktur lebih rumit. &#8220;Kami upayakan bisa hadir, sementara kami tawarkan dulu yang paling disukai dan penting,&#8221; katanya. Kalau menunggu push email selesai, ia khawatir peluncuran produk yang ia kembangkan selama 15 bulan ini telat.</p>
<p>Kendro mengklaim, aplikasi buatannya bisa meningkatkan pendapatan operator dari pelanggan (ARPU). &#8220;Daripada bayar mahal ke RIM dan membiarkan data kita ke Kanada dulu baru balik ke Indonesia,&#8221; cetusnya. Aplikasi ini juga bisa dipakai di seluruh ponsel. &#8220;Yang penting sistem operasinya Symbian, menerapkan Java dan EDGE,&#8221; katanya.</p>
<p>Kini baru Telkomsel yang menawarkan Mobinity unlimited, yakni Rp 5.000 (mingguan) dan Rp 15.000 (bulanan). Operator lain mengenakan tarif Rp 2.000 per hari. <strong><em>(kontan.co.id/26122009)</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ritelonline.com/pernik/aplikasi-mirip-blackberry.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Keramik Adalah Hidupnya</title>
		<link>http://www.ritelonline.com/profil/keramik-adalah-hidupnya.html/</link>
		<comments>http://www.ritelonline.com/profil/keramik-adalah-hidupnya.html/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 12:50:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Profil]]></category>

		<category><![CDATA[Fransiskus Widayanto]]></category>

		<category><![CDATA[ITB]]></category>

		<category><![CDATA[katedral]]></category>

		<category><![CDATA[keramik]]></category>

		<category><![CDATA[PT Kharisma Porselen]]></category>

		<category><![CDATA[PT Kharisma Tembikar Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[PT Pearland Indoensia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ritelonline.com/?p=933</guid>
		<description><![CDATA[BAGI pecinta keramik, nama Fransiskus Widayanto sudah tidak asing lagi. Tak cuma di Tanah Air, popularitas pria kelahiran Jakarta, 23 Januari 1953 silam, ini sebagai keramikus sudah menyebar ke mancanegara. Dia pernah menggelar pameran di Singapura dan Australia. Salah satu karyanya, Maria, kini terpajang anggun di sebuah gereja di Israel.
Widayanto selalu menciptakan tema-tema khusus pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.ritelonline.com/images/widayanto.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-934" title="widayanto" src="http://www.ritelonline.com/images/widayanto.jpg" alt="" width="119" height="104" /></a>BAGI pecinta keramik, nama Fransiskus Widayanto sudah tidak asing lagi. Tak cuma di Tanah Air, popularitas pria kelahiran Jakarta, 23 Januari 1953 silam, ini sebagai keramikus sudah menyebar ke mancanegara. Dia pernah menggelar pameran di Singapura dan Australia. Salah satu karyanya, Maria, kini terpajang anggun di sebuah gereja di Israel.</p>
<p>Widayanto selalu menciptakan tema-tema khusus pada setiap karyanya. Ia memegang prinsip, pantang meniru gaya seniman keramik lain. &#8220;Karya tematik lebih menggunakan karakter pribadi, tak boleh saklek pada sejarah, tapi tetap bisa mengusung sejarah dengan mengikuti tren yang ada,&#8221; jelas lulusan Seni Rupa, Institut Teknologi Bandung (ITB), ini.</p>
<p>Selain itu, Yanto, demikian ia akrab disapa, juga tetap menciptakan keramik sebagai barang fungsional.</p>
<p>Hingga saat ini, dia telah menciptakan sekitar 13 tema karya keramik. Sebut saja, Ganesha-ganeshi, Kendi, Ukelan, Ibu dan Anak, Dewi Sri, Fantastic Lady, Narcissus Narcissus, dan Semar. &#8220;Satu tema tak hanya terdapat satu patung keramik. Semar, misalnya, ada 30 patung,&#8221; kata dia.</p>
<p>Kini Yanto tengah menyiapkan karya terbaru dengan tema China Green. Ini merupakan patung-patung keramik yang mengusung kisah tentang anak-anak kecil dari warga China dalam menyambut Imlek.</p>
<p>Adapun untuk keramik sebagai barang fungsional, Yanto mengaku sudah menciptakan ribuan karya. &#8220;Jumlahnya sudah ribuan, tak bisa saya menghafal satu per satu,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Yanto tidak membangun nama di dunia keramik dalam sekejap. Kecintaannya pada seni mengolah tanah liat ini mulai bersemi ketika SMA, sekitar tahun 1972.</p>
<p>Dia tercebur di dunia keramik lantaran mengaku tak kuat menerima pelajaran matematika. &#8220;Setiap pelajaran tersebut, saya lebih suka menggambar. Bahkan sempat terlintas keinginan untuk mogok saja ketimbang harus menghitung yang sangat njelimet,&#8221; kenangnya.</p>
<p>Makanya, selepas SMA, ia memilih kuliah di Seni Rupa, ITB. Pilihannya jatuh ke seni keramik. Dari sini, bakat menggambarnya tak cuma tersalurkan, tapi juga berkembang dengan pesat. &#8220;Kuliah menjadi menyenangkan karena tak ada matematika. Yang ada hanya menggambar, sangat mudah bagi saya,&#8221; ujarnya terkekeh.</p>
<p>Kuliah di jurusan yang ia sukai ternyata tidak lantas membuatnya senang. Sebab, di tahun pertama, sang dosen hanya menyuruh mengumpulkan tanah, menumbuk, dan menyaringnya. Jelas, ini membuat Yanto sempat stres.</p>
<p>Namun, pelan tapi pasti, Yanto mulai mengenal dan mencintai seni keramik. &#8220;Ini adalah seni yang sangat indah. Analoginya, semua barang kalau dibakar akan rusak, tapi ternyata keramik kebalikannya. Semua barang yang dibakar justru semakin kuat,” ujarnya.</p>
<p>Dia yakin, sebongkah tanah bukan barang tanpa guna. Bagi dia, tanah sama seperti kanvas, perunggu, perak, atau emas. Seorang pelukis akan sangat menghargai kanvas sebagai wadah berekspresi.</p>
<p>Pria yang memilih hidup melajang ini juga memaknai tanah sebagai wahana yang bisa diajak berdialog, ber-ekspresi, sekaligus mengaktualisasikan diri.</p>
<p>Lulus dari ITB pada 1981, ia sudah mantap berkarier di bidang keramik. Pameran pertamanya di Erasmus Huis, Jakarta, pada 1983 mendapat sambutan hangat dari publik.</p>
<p>Tak lama seusai pameran perdana, seorang kerabat menawarinya membuka sanggar di daerah Ciawi, Bogor. Setelah itu, ia membuka sejumlah sanggar lainnya. Kini, selain sanggar sekaligus rumah di Ciganjur, Jakarta, Yanto membuka sanggar di Tapos, Bogor, Setiabudi, dan Panglima Polim, Jakarta.</p>
<p>Sejak tahun 1987, ia mulai aktif melakukan pameran tunggal.</p>
<p>Untuk membagi talentanya di bidang keramik, ia juga sempat mengajar di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dari 1990 hingga 1997. Namun, setelah itu, ia lebih memilih untuk makin menekuni ilmu di studionya di Ciganjur. Dia bilang, studio ini terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar mengenai keramik.</p>
<p>Meski sudah mencipta ribuan keramik, Widayanto tak pernah kehilangan gairah untuk belajar. &#8220;Saya belum merasa puas, saya akan terus belajar dan berkarya,&#8221; tegasnya bersemangat.</p>
<p>Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah duet dengan Noriaki Koba-yashi, pakar porselen dari Jepang, pada tahun 2007. Pameran perdana duet kera-mikus ini bertajuk Permainan Anak-Anak Indonesia. Memanfaatkan momentum HUT RI, mereka memilih karya &#8220;Panjat Pinang&#8221; sebagai ikon pameran.</p>
<p>Di tahun yang sama, Yanto mendirikan PT Kharisma Porselen Indonesia dan PT Kharisma Tembikar Indonesia. Dua perusahaan ini memasarkan desain Yanto yang diproduksi di PT Pearland Indonesia.</p>
<p>Widayanto menghayati betul, hidupnya sudah menyatu dengan seni keramik. <strong><em>(kontan.co.id/18012010)</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ritelonline.com/profil/keramik-adalah-hidupnya.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Firefly Eco-Friendly Lights</title>
		<link>http://www.ritelonline.com/green-retail/firefly-eco-friendly-lights.html/</link>
		<comments>http://www.ritelonline.com/green-retail/firefly-eco-friendly-lights.html/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 12:41:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Green Retail]]></category>

		<category><![CDATA[CFL]]></category>

		<category><![CDATA[compact]]></category>

		<category><![CDATA[daylight]]></category>

		<category><![CDATA[electric]]></category>

		<category><![CDATA[felco]]></category>

		<category><![CDATA[firefly]]></category>

		<category><![CDATA[fluorescent]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ritelonline.com/?p=928</guid>
		<description><![CDATA[AS we usher in the New Year, let’s all do Mother Nature a favor by switching to Compact Fluorescent Lamps (CFLs). Firefly Electric &#38; Lighting Corp. (FELCO) espouses the use of Firefly CFLs in the local market to give Filipinos the opportunity to enjoy the benefits of cost-efficient “green living” and help preserve the environment [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.ritelonline.com/images/aquairis.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-929" title="aquairis" src="http://www.ritelonline.com/images/aquairis-90x80.jpg" alt="" width="90" height="80" /></a>AS we usher in the New Year, let’s all do Mother Nature a favor by switching to Compact Fluorescent Lamps (CFLs). Firefly Electric &amp; Lighting Corp. (FELCO) espouses the use of Firefly CFLs in the local market to give Filipinos the opportunity to enjoy the benefits of cost-efficient “green living” and help preserve the environment in the comfort of their homes.</p>
<p>CFLs are fluorescent lamps that give off light similar to common incandescent bulbs but with reduced energy consumption and longer life, making it economical and practical to use at the same time.</p>
<p>Firefly CFLs last up to five times longer than regular incandescent bulbs, using only about one-fourth the energy, producing 80 percent less heat while producing more light per watt. According to FELCO Marketing Manager Jhie Greenwood, Filipino households can realize substantial savings by switching to Firefly CFLs. “Firefly CFLs are energy efficient and cost effective. If a 60-watt regular incandescent bulb is replaced with a 15-watt Firefly CFL, Filipino families can save up to P600 every year and still enjoy the warm and cozy lighting of a regular incandescent bulb at a much affordable cost and without harming the environment,” explained Greenwood. <a href="http://www.ritelonline.com/images/firely.jpeg"><img class="alignright size-medium wp-image-931" title="firely" src="http://www.ritelonline.com/images/firely.jpeg" alt="" width="300" height="239" /></a></p>
<p>Firefly CFLs come in three color temperatures - daylight, warm white and cool daylight. Each variant provides a unique lighting experience for the home’s indoor and outdoor lighting fixtures such as table lamps, downlight fixtures, ceiling fixtures and garden fixtures.</p>
<p>Firefly CFL in “Daylight” mimics the natural light source. Consumers can use this to light up areas in the house where natural light is needed such as the living room and dining area.</p>
<p>Firefly CLF in “Warm white” highlights the red and orange hues and is used to create a cozy atmosphere. Consumers can use this type of CFL to create a warm ambiance in the bedroom and personal nooks.</p>
<p>Firefly CFL in “Cool daylight” underscores the blue and green tones and is usually used to create a clean and crisp atmosphere. Consumers can use this to light up their work stations.</p>
<p>Firefly Lighting products are distributed in more than 5,000 hardware and electrical stores all over the Philippines, including modern retail chain stores like Ace Hardware, Hardware Workshop, SM Hypermarket, CitiHardware, Wilcon Builders, Handyman, True Value and Federal Hardware to name a few.</p>
<p>For more information on Firefly lighting products visit www.fireflyelectric.com, email info@fireflyelectric.com or call (02) 2422060 to 65 and Fax (02) 2422060 loc 707. <strong><em>(www.philstar.com/21012010)<br />
</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ritelonline.com/green-retail/firefly-eco-friendly-lights.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Cree Loves Green</title>
		<link>http://www.ritelonline.com/green-retail/cree-loves-green.html/</link>
		<comments>http://www.ritelonline.com/green-retail/cree-loves-green.html/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 12:39:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Green Retail]]></category>

		<category><![CDATA[cree]]></category>

		<category><![CDATA[led]]></category>

		<category><![CDATA[lighting system]]></category>

		<category><![CDATA[movement]]></category>

		<category><![CDATA[product]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ritelonline.com/?p=925</guid>
		<description><![CDATA[THE green movement is working wonders for LED lighting expert Cree (Nasdaq: CREE). Second-quarter sales soared 35% year over year to a record of $199 million, and GAAP earnings more than tripled to $33 million or $0.32 per share.
Cree is building out its manufacturing facilities to keep pace with growing demand. Wal-Mart (NYSE: WMT) placed [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.ritelonline.com/images/cree-light-example.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-926" title="cree-light-example" src="http://www.ritelonline.com/images/cree-light-example-90x90.jpg" alt="" width="90" height="90" /></a>THE green movement is working wonders for LED lighting expert Cree (Nasdaq: CREE). Second-quarter sales soared 35% year over year to a record of $199 million, and GAAP earnings more than tripled to $33 million or $0.32 per share.</p>
<p>Cree is building out its manufacturing facilities to keep pace with growing demand. Wal-Mart (NYSE: WMT) placed an order to outfit 650 of its more than 4,000 U.S. stores with Cree&#8217;s LED lighting systems, and the rest of those stores could follow if this limited-testing deployment works out.</p>
<p>And work out it should. LED lights are more expensive than traditional light bulbs or fluorescent tubes, but they also last longer, run cooler, and use far less electric power than those old-school technologies. In the long run, LED lights end up saving you money, and Wal-Mart&#8217;s gigantic, windowless boxes present the ideal opportunity to realize those savings.</p>
<p>Saving money is always popular, and saving the environment has become a global priority. Since LED lights deliver on both counts, Cree should continue to grow both sales and profits at breakneck speed for years to come. The stock price seems to follow the earnings curve closely, which means that we&#8217;re looking at a majorly attractive investing opportunity. If you bought Cree shares a year ago, you&#8217;re sitting on a 280% return today.</p>
<p>Cree is not the only LED lighting maker, and the competition includes multinational giants like Philips (NYSE: PHG) and Siemens (NYSE: SI) subsidiary Osram. Furthermore, traditional lighting faces a new challenge from OLED lighting panels.</p>
<p>That option is not yet ready for retail shelves, but companies like Universal Display (Nasdaq: PANL), Samsung, and LG Display (NYSE: LPL) are working on it, sometimes in conjunction with various arms of the U.S. government. General Electric (NYSE: GE) had better position itself further toward the front of the modern lighting bandwagon before its bulbs and tubes become irreparably obsolete.</p>
<p>But the worldwide market for lighting products is a gigantic $94 billion sales opportunity this year. Light bulbs and tubes break all the time, giving consumers and businesses plenty of opportunity to consider switching to something greener, cheaper, and more efficient &#8212; like Cree LEDs. This growth story is far from over. <em><strong>(www.fool.com/20012010)</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ritelonline.com/green-retail/cree-loves-green.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
