KEBAB, roti khas Timur Tengah, berisi sayuran, daging dan mayones, sedang naik daun. Banyak pemain hadir. Salah satunya, Sulthon Kebab, yang didirikan Ghazali Eka Prasetya pada 2006 di Surabaya.“Roti tortila kami khas cita rasa lokal, dipadukan dengan gulai khas rasa Arab. Bahan baku kami juga bebas pengawet,” tutur Ghazali kepada kontan, Selasa (26 Mei 2009).
Itulah yang membedakan Sulthon kebab dengan kebab lainnya. Semua bahan baku, lanjut Ghazali, diproduksi sendiri. Maklum, dulunya, Ghazali adalah pemasok bahan baku dan peralatan kebab.
Dengan keunggulan ini, Sulthon Kebab menawarkan kemitraan sejak 2007. Kini, ada 24 mitra yang tersebar di 11 kota di Indonesia. Ghazali menawarkan dua paket kemitraan Sulthon Kebab.
Paket Pertama (Paket Bisnis)
Harga : Rp 25 juta
Hak mitra : booth, peralatan lengkap (burner atau alat-alat bakar kebab), freezer 100 liter, dsb.
Paket juga termasuk pelatihan karyawan dan izin kerja sama selama 5 tahun.
Paket Kedua (Super Kebab/indoor)
Harga : Rp 45 juta
Hak mitra : pelatihan, perlengkapan usaha, dengan fasilitas lebih baik, seperti fasilitas kulkas 2 pintu.
Apapun yang dipilih oleh mitra, Ghazali tidak mengutip royalty fee. Tapi standardisasi rasa tetap ada, sehingga para mitra harus membeli beberapa bahan baku dari Ghazali.
Misalnya, daging kebab sapi Rp 145.000 per kg, tortila dengan harg Rp 20.000 per pak isi 20 lembar, dan mayones Rp 30.000 per liter.
Di gerai Sulthon Kebab tersedian 16 menu, di antaranya Chicken Tortila, Kebab Sapi, Maryam Susu Keju dll. Harganya Rp 4.000 s/d Rp 10.000 per potong.
Baik mengambil Paket Bisnis atau Super Kebab, mitra akan balik modal dalam waktu 11 s/d 14 bulan. Untuk Paket Bisnis, misalnya, dengan asumsi omzet Rp 200.000 per hari, mitra bisa balik modal dalam waktu 11 bulan.
Harus dicatat, persaingan bisnis kebab semakin ketat. Untuk itu, pemain baru harus memilih lokasi yang strategis dan jeli membidik pasar yang tepat dengan strategi yang pas. (hs)
Sulthon Kebab
Jl Randu Barat VI Buntu No 8
Sidotopo Wetan, Surabaya
0813 3110 0028


Home