Share |
| Jumat, 16 Oktober 2009

Eksotika Langit ke Tujuh

MUSIK dan nyanyi mengawali ’Perjalanan Menuju Langit ke Tujuh’. Grup rock Slank hadir. Mereka digantung menggunakan sling. Lalu berlanjut tampilan Slank dan Dewi Sandra lewat  tembang ’I Miss You But I Hate You.’

Nidji muncul dengan konsep pakaian ala mumi. Mereka digotong menggunakan peti mati. Giring, sang vokalis, bahkan sempat melakukan aksi diving, terjun ke arah penonton.

Grup musik Kotak tak ketinggalan memukau melalui aksi panggungnya, dilanjutnya Sherina yang menawan dengan iringan penari balet. Dan, vokalis J-Rock, bernyanyi dengan  dengan tubuh tergantung.

Sajian mereka di atas panggung ini adalah bagian dari Langit ke Tujuh. Inilah konsep  spesial perayaan ulang tahun ke-7 Global TV. Persembahan acara yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (8 Oktober 2009) dan disiarkan langsung selama tiga jam sejak pukul 20.00 WIB.

Hanya dua kata terucap dari gelaran ini : eksotik dan spektakuler. Ini membuktikan ucapan Daniel Hartono, Direktur Utama Global TV, sebelumnya. ”Program spesial perayaan ulang tahun Global TV yang ke-7 ini, dipastikan dipenuhi performa panggung yang memikat mata dari awal hingga akhir acara. Pemirsa akan dimanjakan dan diajak masuk ke dalam 7 suasana yang berbeda melalui mesin waktu,” katanya.

Mesin Waktu
”Langit ke Tujuh” menjadi analogi perjalanan Global TV dalam menemukan sendi-sendi kreativitasnya. Pemirsa juga diajak berpetualang menyusuri ruang dan waktu melalui  pertunjukan musik kolosal, merasakan tujuh masa berbeda melalu sebuah ”Time Machine” (mesin waktu).

Menurut Daniel Hartono, Global TV telah perjuangan selama tujuh tahun ini. ”Ada yang namanya Seven Heaven, buat kami setiap tahunnya adalah surga,” ungkapnya ketika memberi keterangan di Maroush Cafe Crowne Plaza Hotel, Jakarta Selatan, Jumat (2 Oktober 2009).

Tujuh masa itu yang punya keunikan tersendiri itu, dimulai dari zaman Egypt dengan konsep Mesir nan megah, Futuristik karena menghadirkan suasana masa depan serbamodern  dan unik, Surealis gambaran suasana keabsurdan yang serbaaneh dan tak biasa.

Lalu, Budaya Indonesia, yang menghadirkan persembahan khas anak negeri. Kekhasan sangat terasa ketika Slank tampil bersama penari latar berpakaian adat dan iringan Reog Ponorogo. Pesan melestarikan budaya menggema saat Kaka melantunkan ’Punk Java’ dan ’Rasa Sayange’ atau sewaktu bersama Bunga Citra Lestari, menyanyikan lagu ’Sosial Betawi Yoi’ (SBY).

Berikutnya, Budaya Jepang yang mengetengahkan rumah kertas ala Jepang beserta geishanya, Aristocrat yang menyulap panggung menjadi Ballroom Dance, Disco 80’s yang memperlihatkan suasana asyik dan seru di zaman disko.

Tak ketinggalan masa Broadway, yang menghadirkan konsep teater nan megah, serta Carnaval yang menutup pergelaran ulang tahun Global TV.

Selain sejumlah grup musik ternama Tanah Air, acara tambah semarak dengan celoteh Daniel Mananta, Sandra Dewi, Fitri Tropica, dan Fathir Mochtar. “Aku jarang tampil dalam acara musik Global TV, begitu diundang, aku menyiapkan yang terbaik,” ujar Dewi Sandra.

Dalam sebuah jumpa pers, para artis dan musisi pendukung ‘Langit ke Tujuh’ Global TV, menyisihkan 10% s/d -20%, honor yang diterima, guna disumbangkan untuk para korban bencana gempa bumi di Padang.

Konkret dan Matang
PT Global Informasi Bermutu berdiri 22 Maret 1999 di Jakarta. Setelah beberapa waktu  siaran percobaan, akhirnya pada 8 Oktober 2002, Global TV resmi siaran sebagai stasiun TV swasta dengan pangsa pasar anak muda.

Awalnya, Global TV merupakan broadcaster dari program musik MTV selama 24 jam nonstop dengan jangkauan area di Jabotabek, Medan, Bandung, Semarang, Surabaya dan Jogjakarta.  Mulai 15 Januari 2005, Global TV menambah jangkauan siarannya di 18 kota besar, yaitu  Makassar, Palembang, Manado, Denpasar, Pontianak, Samarinda, Banjarmasin, Padang, Pekan Baru, Bandar Lampung, Jambi dan Jayapura.

Tahun 2006, Global TV tampil dengan konsep baru, yakni sebagai stasiun TV yang fokus kepada keluarga muda untuk segala kalangan dan menembus lewat tayangan program-program in-house seperti MTV dan Nickelodeon.

Di tahun 2008, Global TV telah memperluas jangkauan siarannya hingga 37 kota dan terus menambah transmisi di Bengkulu, Pangkal Pinang, Palangkaraya, Palu, Kupang, Ambon. Khusus untuk Surabaya,  telah dilakukan penambahan kekuatan transmisi hingga 40 KW.

“Dari tahun ke tahun, kami telah mengarungi berbagai cerita. Sampai akhirnya ada benturan dalam televisi, tapi persaingan itu kami anggap sebagai tantangan dan kegembiraan,” terang Daniel Hartono, Direktur Utama Global TV.

Selama tujuh tahun, Global TV selalu berusaha mempersembahkan program terbaik sesuai segmentasi pasarnya. Seluruh program itu menjadi upaya kongkret Global TV dalam memberikan persembahan terbaik bagi pemirsanya. ”Sesudah melewati masa tujuh ini, kami akan terus berusaha semakin matang serta mengeri keinginan pemirsa,” tutup Daniel Hartono. (hs)

PT GLOBAL INFORMASI BERMUTU
Gedung Ariobimo Sentral  - Lt. 12
Jl HR Rasuna Said Blok X-2 Kav 5, Jakarta 12950
Indonesia
Telp : +62-21-5292 1115
Fax : +62-21-5292 1771
Website : www.globaltv.co.id

Kirim komentar anda

 
Nama Lengkap : (wajib diisi)
Alamat Email : (wajib diisi)
Situs Anda :