Share |
| Kamis, 21 Januari 2010

Komunitas Internet Seluler Indonesia

PERGAULAN di dunia maya sudah menjadi tren. Asal memiliki akses internet, siapa saja dapat berkomunikasi dengan orang lain tanpa perlu bertemu secara fisik, dengan biaya murah. Komputer juga bukan syarat mutlak. Telepon genggam bisa menjadi pilihan fasilitas lain untuk ber-chatting ria.

Ada komunitas baru di kalangan para pengakses internet yang memanfaatkan fasilitas telepon genggam. Namanya Komunitas Internet Seluler Indonesia. Adalah Muhammad Iqbal dan dua temannya yang membentuk komunitas unik tersebut sejak Oktober 2009 lalu.

Menjelaskan asal muasal komunitas ini, Iqbal bilang, awalnya mereka tergabung dalam komunitas yang bernama mig33. Komunitas mig33 dibentuk dari kumpulan para anggota pengguna aplikasi mig33, yakni peranti lunak (software) gratis untuk ber-chatting ria lewat telepon genggam, yang merupakan kombinasi dari Yahoo Messenger (YM), MSN, dan AOL Instant Messenger (AIM).

Jumlah pengguna mig33 sudah mencapai 6 juta orang. Karena banyak penggunanya, hampir seluruh operator GSM dan CDMA di Indonesia mendukung registrasi di mig33.

Selama tergabung dalam mig33, Iqbal sadar, banyak pengguna internet yang menggunakan peranti chat lain. Sebutlah eBuddy atau situs jejaring sosial seperti facebook dan twitter.

Nah, demi mengakomodasi para pengguna software yang lain inilah, Iqbal dan kedua temannya memutuskan membentuk komunitas yang lebih umum. Dari sini, lahirlah Komunitas Internet Seluler Indonesia yang akhirnya menjadi komunitas dunia maya terbesar di Indonesia.

“Memang kebanyakan anggota komunitas ini berasal dari komunitas mig33, tapi kita juga punya anggota dari pengguna peranti lunak lain,” jelas Iqbal yang juga merupakan Ketua I Komunitas Internet Seluler Indonesia.

Mereka yang berminat bergabung di komunitas ini sudah tentu harus memiliki account aplikasi internet seluler seperti mig33 atau eBuddy dan lainnya. Setelah itu barulah komunikasi dan sosialisasi dapat terjalin.

Iqbal menilai, cara bersosialisasi melalui chatting di dunia maya jauh lebih mudah karena tidak perlu bertatap muka. Meski begitu, ide-ide yang muncul tetap dapat langsung tersampaikan. “Yang jelas silaturahmi dan komunikasi dengan saling menyebar informasi lewat internet di ponsel dapat berjalan,” ujar Iqbal.

Tak sekadar bertemu dan berkomunikasi di antara para pengguna internet seluler, wadah ini ternyata juga memiliki agenda lain. “Kita ingin menunjukkan bahwa dunia maya itu ada sisi positifnya. Kami menampilkan sisi lain dari dunia maya itu sendiri,” kata pendiri Komunitas Internet Seluler Indonesia sekaligus Humas Komunitas ini Rahmat Suhendar.

Hal ini, lanjut Iqbal, sejalan dengan visi komunitas, yakni menciptakan generasi muda internet seluler yang kreatif, sehat, dan berjiwa sosial. Misi lain adalah memperkuat jaringan komunikasi generasi muda internet seluler serta mengembangkan kreativitas generasi muda di Indonesia.

Karena memiliki jumlah anggota yang demikian banyak, komunitas ini harus menggelar acaranya secara akbar. “Tapi, biasanya tiap-tiap daerah atau wilayah sering mengadakan acara sendiri. Seperti bakti sosial, penyuluhan anti narkoba, lingkungan hidup, dan juga pelatihan motivasi,” ungkap Iqbal.

Acara akbar yang baru saja mereka lakukan adalah “Kopdar Indonesia 2009″. Acara ini mereka gelar pada tanggal 20 Desember 2009 lalu. Ini merupakan ajang silaturahmi anggota Komunitas Internet Seluler Indonesia dari seluruh wilayah.

Iqbal memperkirakan, di masa mendatang, anggota komunitasnya akan terus bertambah. Mereka biasanya berasal dari berbagai latar belakang sosial dan pekerjaan. Meskipun demikian, biasanya mereka memiliki satu kesukaan yang sama, yakni ber-chatting ria lewat dunia maya. (kontan.co.id/08012010)

Kirim komentar anda

 
Nama Lengkap : (wajib diisi)
Alamat Email : (wajib diisi)
Situs Anda :