UNTUK ke-15 kalinya, Kursus Penyegar dan Penambah Ilmu Kedokteran Gigi (KPPIKG) digelar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) di Jakarta Convention Center, 14 s/d 17 Oktober 2009. Acara setiap tiga tahun sekali ini mengangkat tema, “Dental Breakthrough in The 21st Century – Where Science Meets Technology”.
KPPIKG merupakan salah satu ajang bergengsi di bidang keilmuan kedokteran gigi di Indonesia. Di dalam acara ini, melalui rangkaian seminar dan pameran, begitu banyak informasi terbaru dalam kemajuan pendidikan, riset dan teknologi akan diketengahkan, yang tentunya sangat relevan terhadap keilmuan dan penerapan klinis kedokteran gigi.
Ribuan pakar dari dalam dan luar negeri akan bertemu untuk saling berbagi dan bersama-sama memperbaiki kualitas praktisi kedokteran gigi untuk melayani masyarakat dalam hal menanggulangi masalah kesehatan gigi dan mulut.
Pepsodent, merek pasta gigi yang berkomitmen tinggi terhadap kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia, adalah salah satu nama terdepan di dalam industri yang juga merupakan mitra tetap FKG UI di setiap penyelenggaraan KPPIKG. Untuk tahun ini, telah dirancang beberapa kegiatan besar yang di antaranya melibatkan kerja sama yang berkelanjutan.
Dekan FKG UI, Prof Bambang Irawan DDS PhD, mengatakan, kerja sama FKG UI dan Pepsodent telah berlangsung lama dalam bentuk Pepsodent Scientific Award dan membuahkan hasil sangat positif dalam menggairahkan iklim penelitian dan meningkatkan derajat keilmuan kedokteran gigi di Indonesia.
“Kami menyambut baik kerja sama baru di bidang peningkatan kesehatan gigi masyarakat melalui program Daerah Binaan dan juga mobil penyuluhan kesehatan gigi keliling yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kondisi kesehatan gigi dan mulut yang lebih baik lagi,” katanya.
Marketing Manager Oral Care PT Unilever Indonesia Tbk, Hernie Raharja sebagai perwakilan dari Pepsodent, menuturkan, sebagai brand yang memiliki kepedulian sangat tinggi akan kesehatan gigi masyarakat, Pepsodent sangat ingin menggali, memperdalam dan memperluas wawasan akan perkembangan kemajuan ilmu dalam bidang kedokteran gigi di Indonesia.
“Untuk itulah, Pepsodent berpartisipasi dalam KPPIKG ini. KPPIKG merupakan suatu wadah kegiatan yang sangat tepat untuk mewujudkan aspirasi Pepsodent,” jelasnya.
Selain kegiatan yang sifatnya tetap, dalam KPPIKG 2009, Pepsodent dan FKG UI akan meluncurkan kerja sama baru yang berbeda, terutama di bidang promotif preventif kesehatan gigi dan mulut yang diharapkan dapat menyentuh berbagai aspek kesehatan gigi dan mulut sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang dinamis pula.
Bentuk kerja sama yang pertama adalah Pepsodent Scientific Award, penghargaan yang dipersembahkan oleh Pepsodent di setiap penyelenggaraan KPPIKG untuk medorong iklim penelitian di bidang kedokteran gigi di Indonesia. Diikuti oleh kalangan mahasiswa, staf dan juga praktisi, penghargaan ini terbagi dalam dua kategori, yaitu riset dan laporan kasus.
Untuk masing-masing kategori telah terpilih tiga pemenang. Selain penghargaan berupa uang tunai dan voucher, masing-masing pemenang pertama dari tiap kategori akan disponsori Pepsodent untuk menghadiri sebuah konperensi regional sehingga mereka dapat semakin memperdalam keilmuan mereka.
Dewan juri untuk penghargaan ini merupakan perwakilan dari berbagai pihak yang sangat berkompeten, yaitu Manajer Riset FKG UI, perwakilan dari AFDOKGI (Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia), PDGI (Persatuan Doker Gigi Indonesia), DRPM UI (Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia) dan Departemen Kesehatan.
Berkaitan dengan misi sosial Pepsodent yang berkelanjutan, bentuk kegiatan selanjutnya adalah peluncuran kerjasama Pepsodent dengan FKG UI selama tiga tahun pertama dalam bentuk Daerah Binaan di Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong, Kabupaten Kota Tangerang Selatan, dan Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Depok Timur, Kota Administratif Depok.
Dua wilayah ini akan dijadikan Daerah Binaan melalui berbagai program-program yang tepat guna di bidang kesehatan gigi dan mulut masyarakat. Sedangkan dari sisi ilmiah, diharapkan kegiatan ini setiap tahunnya akan menghasilkan lima penelitian mahasiswa dan dua penelitian staf pengajar untuk meningkatkan keilmuan kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia. (*)


Home