KRISIS global telah menyebabkan banyak perusahaan bangkrut, melakukan PHK atau rasionalisasi karyawan. Ini menyebabkan pengangguran makin membengkak.
Padahal, rata-rata karyawan tidak siap menghadapi PHK dan belum punya alternatif usaha lain untuk menopang sumber ekonomi keluarga. Membuat usaha mandiri adalah salah satu solusi tepat untuk cepat bangkit dari krisis.
Antara lain terjun ke bisnis budidaya gurami yang sekarang pasarnya kian prospektif seiring dengan bertumbuhnya pusat-pusat kuliner di kota-kota besar.
Untuk memberi bekal kepada mereka yang akan terjun ke agribisnis perikanan ini, Lembaga Pengkajian Agribisnis Strategis (LPAS) Yogyakarta bekerjasama dengan Perkumpulan Masyarakat Perikanan Nusantara (PerMina) akan mengadakan Diklat Budidaya Gurami Sistem Guba Berbasis Probiotik Pemacu Pertumbuhan pada Minggu 19 Juli 2009.
Diklat dilaksanakan di Gubug PerMina dan langsung di kolam-kolam petani anggota PerMina sehingga diklat bisa berlangsung interaktif dan aplikatif. Diklat ini terbuka untuk umum. Dapat diikuti siapa saja, pria, wanita, pegawai aktif, pensiunan maupun sarjana penggerak pedesaan.
Namun, karena keterbatasan tempat, peserta hanya dibatasi 45 orang. Yang berminat silakan mendaftar ke PerMina (0274) 935 7800. Berbeda dengan pelatihan pada umumnya, setelah mengikuti diklat, peserta Diklat PerMina akan didampingi terus menerus sampai budidayanya berhasil.
Keterangan lebih lengkap bisa telpon atau datang ke Gubug PerMina di Kampung Gurami Desa Jlamprang Lor, Jambidan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta.
Among Kurnia Ebo SS PhG
Direktur Lembaga Pengkajian Agribisnis Strategis (LPAS)
Jl Gurami 02 Jlamprang Jambidan Bantul Yogyakarta,
HP 0888.300.9944
Email: lpasyogya@ gmail.com


Home
tommy kurniawan mengirimkan komentar pada: Senin, 17 Agustus 2009 - 9:37 WIB
diklat brikutny d bulan september tgl brp????
trus klo yg tdk punya lahn,,apakh bsa mnjalankan bsnis ini????
trims
waspodo mengirimkan komentar pada: Kamis, 27 Agustus 2009 - 10:44 WIB
Saya bertempat tinggal Di Bogor Jawa Barat, apakah ada jenis pelatihan serupa didaerah kami.
Terima kasih
wijayadi swarnam mengirimkan komentar pada: Rabu, 14 Oktober 2009 - 15:30 WIB
Saya sangat tertarik dgn adanya pelatihan tsb. Selain ilmu, pengalaman, sertipikat, kartu anggota dlsbgnya akan kami dapatkan disaat ikut pelatihan nanti. Tapi….yang lebih penting lagi, bagaimana dgn “PEMASARANNYA” Pak???
Setelah kami bersemangat dan pada saatnya panen, pembelinya tidak ada bahkan bisa juga masalah harga tidak sesuai dgn harapan. Lebih baik kita bicara pahitnya dulu ya Pak, maaaf kalo kata2 saya ini tidak baik. Pangalaman saya ikut bebberapa pelatihan, selalu mendapat janji2 yang bagus2, setelahnya tidak bagus. Harapan saya, prosfek kedepannya sangat lebih baik dan juga kerjasamanya dalam hal pemasaran.
Terima kasih.
ilyasin mengirimkan komentar pada: Rabu, 4 Nopember 2009 - 11:32 WIB
Saya sanagat tertarik untuk memulai usaha ini,untuk pelatihan selanjutnya didaerah purwokerto da rencana tdk?
mksh